Perpustakaan sekolah memiliki peran strategis dalam penguatan literasi dan pengembangan karakter peserta didik. Di SMA Negeri 2 Mataram, keterbatasan pustakawan dan kapasitas layanan memunculkan kebutuhan inovasi berbasis partisipasi siswa melalui Program Pustakawan Siswa (PUSTAKASIS). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas program tersebut menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan melalui teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi terhadap siswa pustakawan, pustakawan sekolah, guru pendamping, dan pemustaka. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa secara kontekstual program memiliki relevansi tinggi dengan kebutuhan sekolah dan visi pendidikan literasi. Pada aspek input, program memperoleh dukungan sumber daya manusia, pelatihan, dan pendanaan, meskipun ditemukan keterbatasan durasi pelatihan dan sarana promosi digital. Pelaksanaan program berjalan relatif baik, tetapi menghadapi kendala seperti variasi motivasi peserta dan pengelolaan jadwal. Komponen produk menunjukkan manfaat nyata bagi perpustakaan, siswa, dan sekolah, namun outcome jangka panjang terkait budaya literasi berkelanjutan dan digitalisasi layanan belum optimal terealisasi. Secara keseluruhan, PUSTAKASIS dinilai relevan dan bermanfaat, tetapi membutuhkan penguatan kapasitas pelatihan, manajemen implementasi, dan integrasi teknologi agar memberikan dampak berkelanjutan bagi ekosistem literasi sekolah.
Copyrights © 2026