Perkembangan teknologi digital menuntut mahasiswa memiliki literasi digital dan kesadaran keamanan data pribadi yang memadai. Dalam konteks pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan Pancasila (PKn-Pancasila), kedua aspek tersebut menjadi penting guna menjadikan warga negara digital yang bisa kritis serta dapat bertanggung jawab. tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplorasi persepsi mahasiswa tentang literasi digital dan keamanan data pribadi serta memahami bagaimana kedua isu tersebut terinternalisasi dalam pembelajaran PKn-Pancasila. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan desain yang bersifat eksploratif pemilihan partisipan dilakukan melalui sampling purposif sementara data diperoleh melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok terstruktur dan dokumentasi. Penggunaan analisis datanya yaitu analisis tematik. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi, member checking, dan audit trail.Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: (1) pemahaman literasi digital mahasiswa belum merata dan cenderung terbatas pada aspek teknis; (2) kesadaran terhadap keamanan data pribadi masih rendah, terutama dalam hal perlindungan akun, pemahaman risiko, dan pengelolaan privasi; dan (3) pembelajaran PKn-Pancasila dinilai belum optimal dalam menghubungkan nilai-nilai kewarganegaraan dengan praktik penggunaan teknologi digital. Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan kompetensi kewarganegaraan digital melalui pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan Pancasila yang lebih kontekstual, aplikatif, dan relevan dengan pengalaman digital mahasiswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi literasi digital dan keamanan data pribadi dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan Pancasila merupakan kebutuhan strategis untuk menciptakan masyarakat digital yang bijak dan bertanggung jawab dalam zaman digital.
Copyrights © 2026