sebuah lembaga pendidikan yang melayani siswa berkebutuhan khusus seperti gangguan pendengaran, penglihatan, intelektual, fisik, dan autisme. Berdasarkan analisis situasi, guru menghadapi tantangan dalam mengembangkan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa penyandang disabilitas, khususnya karena keterbatasan media berbasis teknologi dan kurangnya keterampilan dalam menciptakan alat pembelajaran digital. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan Augmented Reality (AR) berbasis semiotik sebagai inovasi pembelajaran inklusif dan adaptif. Metode implementasinya meliputi pelatihan, lokakarya, dan pendampingan berbasis studi pembelajaran yang dilakukan dalam tiga tahap: penguatan pemahaman dan desain media, validasi ahli, dan uji coba di kelas dengan implementasi terbatas. Sebanyak 28 guru SLB berpartisipasi dalam program ini. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman guru tentang konsep dan aplikasi AR, dengan 64,3% dikategorikan sebagai “Sangat Kompeten” dan 35,7% sebagai “Kompeten.” Penerapan media AR meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman konseptual siswa, meningkatkan nilai rata-rata mereka dari 60 menjadi 70. Program ini berhasil menghasilkan produk media pembelajaran AR berbasis semiotika yang layak dan efektif yang mendukung pendidikan inklusif dan kontekstual yang selaras dengan prinsip-prinsip Desain Universal untuk Pembelajaran (UDL).
Copyrights © 2025