Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains (KPS) dan motivasi belajar siswa di MA Miftahul Ulum Bettet Pamekasan. Permasalahan di lapangan menunjukkan bahwa penerapan metode ilmiah dalam pembelajaran sains masih kurang optimal, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih melibatkan siswa secara aktif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain posttest only control group, melibatkan 86 siswa yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (inkuiri terbimbing) dan kelompok kontrol (direct instruction). Analisis data dilakukan menggunakan MANOVA untuk melihat perbedaan gabungan antara KPS dan motivasi belajar kedua kelompok. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol pada gabungan kedua variabel (F(2,59) = 87,10, p < 0,001). Uji lanjut ANOVA univariat mengungkapkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan signifikan pada KPS (F(1,60) = 151,78, p < 0,001) maupun motivasi belajar (F(1,60) = 7,71, p = 0,007) dibandingkan kelompok kontrol. Temuan ini menguatkan bukti bahwa model inkuiri terbimbing mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep sains sekaligus mendorong keterlibatan aktif mereka, sehingga berkontribusi positif terhadap penguasaan KPS dan peningkatan motivasi belajar. Kesimpulannya, penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing efektif dalam memperkuat keterampilan proses sains dan memotivasi siswa untuk lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran sains di kelas
Copyrights © 2025