Perlawanan rakyat di Sumatera Utara terhadap kolonialisme Belanda merupakan bagian penting dari sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan dinamika perlawanan rakyat di berbagai daerah, termasuk perlawanan politik dan kultural di Tanah Batak melalui media pers Soara Batak, perjuangan fisik Angkatan Gerilya Sipirok (AGS) di Tapanuli Selatan, serta pergolakan politik pasca- penyerahan Jepang di Sulawesi sebagai perbandingan regional yang memberikan konteks bagi dinamika perjuangan di Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan metode historis yang mencakup heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlawanan rakyat Sumatera Utara tidak hanya bersifat militer, tetapi juga mencakup aspek politik, sosial, dan budaya yang saling berkaitan dalam menolak upaya kolonialisme Belanda.
Copyrights © 2025