Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan Creative Empowerment Model for Ecoprint Village (CEM-Eco) sebagai model pemberdayaan kreatif yang terintegrasi antara pelatihan desain motif dan pemasaran produk batik ecoprint. Model ini dikembangkan untuk meningkatkan kapasitas kreatif, kemandirian ekonomi, dan identitas budaya masyarakat desa berbasis potensi lokal. Implementasi dilakukan di Desa Daliwangun, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, dengan melibatkan 25 peserta dari pelaku UMKM dan kelompok ibu rumah tangga. Tahapan pelaksanaan terdiri dari identifikasi potensi lokal, pembentukan kelompok kreatif desa, pelatihan desain dan produksi ecoprint, pelatihan branding dan pemasaran digital, serta pendampingan usaha dan evaluasi hasil. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan terhadap keterampilan desain (80% peserta mampu menghasilkan produk ecoprint layak jual), terbentuknya kelompok kreatif mandiri, dan peningkatan pendapatan anggota sebesar 15–25%. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan motif khas “Ecoprint Daliwangun” sebagai identitas lokal dan merek produk desa. Kesimpulannya, CEM-Eco Model efektif diterapkan sebagai pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis kreativitas dan potensi lokal. Model ini mendorong kolaborasi masyarakat, akademisi, dan pemerintah desa dalam menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025