Penggunaan antibiotik yang tidak rasional masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat karena berkontribusi terhadap meningkatnya resistensi bakteri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan antibiotik yang benar berdasarkan prinsip DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang). Kegiatan dilaksanakan di Apotek Kimia Farma 202 Kejayaan dengan melibatkan 30 responden yang berasal dari pasien dan masyarakat sekitar apotek. Metode yang digunakan meliputi edukasi langsung menggunakan media brosur serta pengisian kuesioner untuk menilai karakteristik responden dan tingkat pengetahuan terkait penggunaan antibiotik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang cukup baik mengenai aturan penggunaan antibiotik, seperti kewajiban menghabiskan antibiotik sesuai resep dan cara penyimpanan yang benar. Namun, masih ditemukan perilaku berisiko, antara lain penggunaan antibiotik tanpa resep dokter dan ketidaktahuan bahwa antibiotik hanya efektif untuk infeksi bakteri. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi DAGUSIBU oleh apoteker berperan penting dalam mendorong penggunaan antibiotik yang rasional sebagai upaya pencegahan resistensi bakteri di masyarakat.
Copyrights © 2025