Latar Belakang : Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Biasanya akan terjadi pada 14 hari dengan gejala yang sering muncul seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, sakit tenggorokan, keluarnya cairan berlebihan dan kehilangan nafsu makan. Kebiasaan manusia yang sering mengabaikan kejadian ini, padahal infeksi akibat virus dan bakteri dapat dengan cepat menumpuk di saluran pernapasan. Terapi non farmakologi yakni pemberiaan terapi batuk efektif, memudahkan pasien untuk mengeluarkan dahak,memperbanyak istirahat dan konsumsi air putih untuk mengencerkan dahak agar lebih mudah untuk dikeluarkan.Tujuan :untuk mengetahui penerapan latihan batuk efektif pada anak dengan (ISPA)di Wilayah Puskesmas Tebat Agung Muara Enim Tahun 2024 Metode: metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus, dan intervensi batuk efektif, subjek pada studi kasus terdapat 2 pasien. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, pemeriksan fisik dan dokumentasi. Hasil Penelitian : pada pengkajian kedua pasien mengatakan batuk berdahak. Pada pasien 1 dan 2 diberikan terapi farmakologis tetapi pada pasien 1 diberikan terapi tambahan yaitu terapi non farmakologis latihan batuk efektif, pada evaluasi hari ketiga pasien 1 mengatakan dahaknya sudah mulai berkurang sedangkan pada pasien 2 mengatakan dahak tidak terlalu banyak, tetapi masih ada sedikit. Diagnosa Keperawatan utama Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif. Setelah tiga hari dilakukan intervensi batuk efektif dan implementasi SLKI dan SIKI masalah teratasi. Kesimpulan : batuk efektif terbukti dapat membantu pasien untuk mengurangi dahaknya dibandingkan hanya dengan menggunakan terapi farmakologis saja. Kata Kunci : ISPA, Batuk Efektif
Copyrights © 2025