Rendahnya kemampuan literasi dan numerasi masih menjadi permasalahan mendasar yang memengaruhi kualitas hidup dan partisipasi masyarakat di Kelurahan Oepura, Kota Kupang. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi masyarakat melalui pengembangan Pojok Literasi berbasis LINA (Literasi dan Numerasi) yang terintegrasi dengan kearifan lokal. Metode pelaksanaan meliputi pembelajaran non-formal berbasis komunitas yang dilaksanakan di tiga Pojok Literasi dengan sepuluh kali pertemuan pada setiap lokasi, melibatkan peserta dari berbagai kelompok usia. Materi pembelajaran mencakup literasi berbasis cerita rakyat, numerasi kontekstual “Hitung Pasar”, keterampilan hidup ekonomi, digitalisasi sederhana, serta edukasi kesehatan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan literasi dan numerasi peserta, ditunjukkan oleh kenaikan skor rata-rata pretest–posttest dari 45 menjadi 77 atau meningkat sekitar 71%. Peningkatan paling menonjol terjadi pada kelompok anak-anak dan remaja, sementara kelompok dewasa menunjukkan konsistensi kemampuan pada kategori sangat baik. Temuan ini menunjukkan bahwa Pojok Literasi berbasis LINA efektif sebagai ruang belajar non-formal yang kontekstual, inklusif, dan berkelanjutan, serta berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas hidup berbasis kearifan lokal.
Copyrights © 2025