Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

COMPARISON OF INFLAMMATORY RESPONSE BETWEEN PLATELET RICH PLASMA 20% AND AUTOLOGUS SERUM 20% IN EXPERIMENTALLY-INDUCED CORNEAL ALKALI BURN Ramadhani, Amelia Safitri; Zuhria, Ismi; Rahniayu, Alphania
Journal of Stem Cell Research and Tissue Engineering Vol. 7 No. 1 (2023): JOURNAL OF STEM CELL RESEARCH AND TISSUE ENGINEERING
Publisher : Stem Cell Research and Development Center, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jscrte.v7i1.45698

Abstract

Objective to compare the inflammatory response between platelet rich plasma 20% and autologous serum 20% on cornea after sodium hydroxide exposure. Methods a true experimental study with two groups post-test design. A total of 18 rabbits were used in this study and allocated into two groups. After collecting intravenous blood samples from both group, platelet rich plasma 20% and autologous serum 20%, respectively, were obtained by centrifugation and dilution. Alkali burns were inflicted on the central cornea of each rabbit's right eye by applying a round filter paper, 7.0 mm in diameter, soaked in 1N NaOH for 60 s. Clinical outcome of the inflammation were observed everyday for seven days. On the seventh day, corneal tissue was collected for histopathological examination to evaluate amount of PMN neutrophils that infiltrate the central cornea. All data were statistically analyzed for difference between the study groups. Resuls statistical analysis shows statistically difference in clinical inflammatory feature of conjunctival hyperemia at day 3 until day 7, in which the group that received PRP 20% got lower conjunctival hyperemia grading compared to the group that received AS 20%. Other clinical features, corneal opacity and epithelial defect, shows no statistically difference between two groups. Histopathological examination shows lower amount of PMN neutrophil infiltration to the central cornea on PRP group, compared to AS group. Conclusio Platelet-rich plasma 20% eyedrop can be used as one of adjuvant therapies and has better control of inflammatory response towards alkaline injury of the cornea during acute phase.
Pojok Literasi LINA Berbasis Kearifan Lokal sebagai Upaya Penguatan Literasi Masyarakat di Kelurahan Oepura Piri, Adisaputra; Sutinah, Sity Hardiyanti; Zulfikar, Ryan Nizar; Taneo, Yonri; Kalae, Rouval Aliyati; Awaludin, Ria; Tampani, Margarita; Roni, Dewi Mastuto; Udin, Defita; Ramadhani, Amelia Safitri; Malelak, Stivano Antonio
Abdi Nusantara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2025): ABDI NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : PT Media Edukasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64198/abdinusantara.v1i4.52

Abstract

Rendahnya kemampuan literasi dan numerasi masih menjadi permasalahan mendasar yang memengaruhi kualitas hidup dan partisipasi masyarakat di Kelurahan Oepura, Kota Kupang. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi masyarakat melalui pengembangan Pojok Literasi berbasis LINA (Literasi dan Numerasi) yang terintegrasi dengan kearifan lokal. Metode pelaksanaan meliputi pembelajaran non-formal berbasis komunitas yang dilaksanakan di tiga Pojok Literasi dengan sepuluh kali pertemuan pada setiap lokasi, melibatkan peserta dari berbagai kelompok usia. Materi pembelajaran mencakup literasi berbasis cerita rakyat, numerasi kontekstual “Hitung Pasar”, keterampilan hidup ekonomi, digitalisasi sederhana, serta edukasi kesehatan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan literasi dan numerasi peserta, ditunjukkan oleh kenaikan skor rata-rata pretest–posttest dari 45 menjadi 77 atau meningkat sekitar 71%. Peningkatan paling menonjol terjadi pada kelompok anak-anak dan remaja, sementara kelompok dewasa menunjukkan konsistensi kemampuan pada kategori sangat baik. Temuan ini menunjukkan bahwa Pojok Literasi berbasis LINA efektif sebagai ruang belajar non-formal yang kontekstual, inklusif, dan berkelanjutan, serta berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas hidup berbasis kearifan lokal.