Kerusakan lingkungan di Indonesia pada tahun 2024-2025 menunjukkan tren yang semakin kompleks akibat laju pembangunan ekonomi, eksploitasi sumber daya alam, serta lemahnya kesadaran ekologis masyarakat. Situasi tersebut berdampak langsung terhadap dunia pendidikan, baik dari aspek kesehatan warga sekolah hingga keberlangsungan kegiatan belajar. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peran sekolah dalam pencegahan kerusakan lingkungan melalui implementasi program Adiwiyata dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila P5 dalam konteks kebijakan nasional. Pada penelitian ini metode yang digunakan ialah library research dengan analisis terhadap berbagai regulasi pemerintah dan literatur akademik terkini. Hasil kajian menunjukkan bahwa Adiwiyata dan P5 memiliki potensi strategis dalam membentuk karakter ekologis siswa melalui pendekatan pembelajaran berbasis aksi dan kelembagaan sekolah hijau. Namun, implementasi keduanya masih terhambat oleh keterbatasan kapasitas guru, pendanaan, serta ketidakselarasan kebijakan antara Kementerian LHK dan Kemendikbudristek. Penelitian ini merekomendasikan penguatan integrasi kebijakan lintas sektor, peningkatan kompetensi pendidik, serta pembentukan ekosistem kolaboratif berbasis penta-helix agar sekolah dapat berfungsi sebagai living laboratory pendidikan keberlanjutan. Dengan demikian, integrasi Adiwiyata dan P5 dapat menjadi fondasi transformasi pendidikan ekologis yang adaptif terhadap tantangan lingkungan masa depan Indonesia.
Copyrights © 2026