Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembiasaan literasi dalam pembentukan karakter peserta didik di UPT SPF SD Negeri Bawakaraeng II Kota Makassar. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian melibatkan kepala sekolah, guru, peserta didik, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah telah menerapkan program pembiasaan literasi secara sistematis melalui berbagai kegiatan, seperti membaca 15 menit sebelum pelajaran dimulai, program literasi mingguan, dan penyediaan pojok baca di kelas. Pembiasaan ini berkontribusi positif terhadap pembentukan karakter peserta didik, seperti tanggung jawab, rasa ingin tahu, kejujuran, dan sikap toleransi. Selain itu, keterlibatan orang tua dalam mendampingi peserta didik membaca di rumah memperkuat dampak program literasi ini. Namun, terdapat beberapa kendala, seperti terbatasnya koleksi buku bacaan dan rendahnya kebiasaan membaca peserta didik di rumah. Solusi yang diusulkan meliputi peningkatan jumlah buku melalui donasi dan pemberian penghargaan untuk memotivasi peserta didik. Nilai-nilai karakter rasa ingin tahu peserta didik tercermin dari kebiasaan peserta didik bertanya pada guru mengenai pelajaran, hal- hal yang mereka baca, dan lain-lain. Pembentukan karakter melalui budaya literasi ini terus dibiasakan untuk membentuk karakter peserta didik ke arah yang lebih baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembiasaan literasi dapat menjadi strategi efektif dalam membentuk karakter peserta didik sekaligus mendukung Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang dicanangkan oleh pemerintah. This study aims to analyze the implementation of literacy habituation in shaping students' character at UPT SPF SD Negeri Bawakaraeng II, Makassar City. The approach used is descriptive qualitative, with data collected through observations, interviews, and documentation. The research subjects include the principal, teachers, students, and parents. The results indicate that the school has systematically implemented a literacy habituation program through various activities such as 15 minutes of reading before lessons begin, weekly literacy programs, and the provision of reading corners in classrooms. This habituation positively contributes to shaping students' character, such as responsibility, curiosity, honesty, and tolerance. Additionally, parents' involvement in accompanying students to read at home reinforces the impact of the literacy program. However, there are several challenges, such as limited book collections and students' low reading habits at home. Proposed solutions include increasing the number of books through donations and providing rewards to motivate students. The value of students' curiosity is reflected in their habit of asking teachers questions about lessons, the materials they read, and other related topics. Character development through literacy culture is consistently encouraged to guide students toward better character formation. This study concludes that literacy habituation can be an effective strategy in shaping students' character while supporting the School Literacy Movement (GLS) initiated by the government.
Copyrights © 2025