Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut
Vol 3 No 02 (2025): Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut

Klasifikasi Dan Dokumentasi Bangunan Pelindung Pantai Di Sepanjang Pesisir Situbondo

Saputra, Gilang (Unknown)
Silviyanti, Nurul Amalia (Unknown)
Pratiwi, Yona Eka (Unknown)
Choyriya, Wulan Afny (Unknown)
Emeliya, Alfiyah (Unknown)
Ardiansyah, Sigit (Unknown)



Article Info

Publish Date
23 Dec 2025

Abstract

Situbondo memiliki garis pantai sepanjang 150 km dari barat hingga timur dimana terdapat 35 desa yang berada di daerah pesisir. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah pesisir menjadi kawasan penting bagi aktivitas ekonomi, pariwisata, dan pemukiman. Akan tetapi daerah ini juga dipengaruhi aktifitas hidro-oseanografi yang terjadi disepanjang pantai seperti arus, gelombang dan pasang surut. Untuk mencegah ancaman tersebut, beberapa jenis bangunan pelindung pantai telah dibangun di sepanjang pesisir yang ada Situbondo. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasi dan mengklasifikasikan bangunan pelindung pantai yang berada di sepanjang kabupaten Situbondo dengan cara pengamatan langsung di lapangan. Dari 14 titik yang telah diamati, terdapat 6 bangunan pelindung pantai dengan jenis groin, 5 seawall/tanggul laut, 3 revetment, 2 breakwater dan 1 jetty. Bangunan pelindung pantai berupa seawall biasanya digunakan pada daerah yang berbatasan langsung dengan jalan raya maupun bangunan tambak diikuti oleh groin sebagai bangunan pelindung pantai lapis kedua, breakwatwr yang melindungi daerah Pelabuhan Kalbut dan jetty yang berada pada daerah hilir sungai Seletereng Kapongan. Situbondo memiliki garis pantai sepanjang 150 km dari barat hingga timur dimana terdapat 35 desa yang berada di daerah pesisir. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah pesisir menjadi kawasan penting bagi aktivitas ekonomi, pariwisata, dan pemukiman. Akan tetapi daerah ini juga dipengaruhi aktifitas hidro-oseanografi yang terjadi disepanjang pantai seperti arus, gelombang dan pasang surut. Untuk mencegah ancaman tersebut, beberapa jenis bangunan pelindung pantai telah dibangun di sepanjang pesisir yang ada Situbondo. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasi dan mengklasifikasikan bangunan pelindung pantai yang berada di sepanjang kabupaten Situbondo dengan cara pengamatan langsung di lapangan. Dari 14 titik yang telah diamati, terdapat 6 bangunan pelindung pantai dengan jenis groin, 5 seawall/tanggul laut, 3 revetment, 2 breakwater dan 1 jetty. Bangunan pelindung pantai berupa seawall biasanya digunakan pada daerah yang berbatasan langsung dengan jalan raya maupun bangunan tambak diikuti oleh groin sebagai bangunan pelindung pantai lapis kedua, breakwatwr yang melindungi daerah Pelabuhan Kalbut dan jetty yang berada pada daerah hilir sungai Seletereng Kapongan.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

mapel

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Earth & Planetary Sciences Energy Engineering Physics

Description

Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut disingkat MAPEL adalah jurnal ilmiah di bidang manajemen pesisir dan teknologi kelautan yang diterbitkan secara offline dan online dua kali dalam setahun (Mei dan November) oleh Program Studi Teknik Kelautan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo. Jurnal ini ...