Isu efisiensi energi pada bangunan semakin mendesak untuk diatası mengingat sektor konstruksi merupakan salah satu penyumbang terbesar konsumsi energi dan emisi global Di Indonesia, penggunaan material insulası termal sintetis seperti polistirena masih dominan, meskipun matenal tersebut memiliki permasalahan lingkungan yang signifikan karena tidak terurai, menghasilkan polusi berbahaya, serta memiliki jejak karbon tinggi Kondisi ini mendorong perlunya alternatif material insulası yang lebih berkelanjutan berbasis sumber daya lokal. Serat ijuk (Arenga pinnata), dengan sifat morfologi berongga, ketahanan terhadap kelembapan, dan struktur mikrofibril yang mendukung hambatan panas, menjadi kandidat potensial untuk dikembangkan sebagai penguat pada komposit resin untuk aplikası panel insulası termal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi secara komprehensif pengaruh variasi fraksi serat juk terhadap sıfat termal komposit resin dan menjelaskan mekanisme hambatan perpindahan panas melalui analisis morfologi mikro. Metode yang digunakan berupa eksperimen dengan tiga variasi komposisi serat (1:1, 1:2, 1:3), menggunakan resin epoxy sebagai matriks. Serat diberi perlakuan alkali NaOH 5% sebelum difabrikası menjadi komposit. Pengumpulan data dilakukan melalui uji konduktivitas termal serta pengamatan struktur mikro menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio 1:2 memiliki nilai konduktivitas termal tertinggi (0.646 W/m.K), sedangkan komposisi serat terlalu rendah atau terlalu tinggi memperlihatkan penurunan performa termal akibat ketidakmerataan dispersi serat atau terbentuknya rongga udara. Analisis SEM mengonfirmasi bahwa perlakuan alkali mampu meningkatkan kebersihan dan kekasaran permukaan serat sehingga memperbaiki ikatan antarmuka dan jalur rambatan panas komposit. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa serat ijuk berpotensi digunakan sebagai material insulasi ramah lingkungan untuk bangunan. Rekomendasi penelitian selanjutnya adalah mengembangkan variasi orientasi serat, pengujian sifat mekanik tambahan, serta optimasi proses fabrikasi untuk meningkatkan performa komposit secara menyeluruh.
Copyrights © 2025