Studi ini menyelidiki tradisi Nyadran di Dam Bagong, Kabupaten Trenggalek, sebagai praktik kearifan lokal untuk pengelolaan sumber daya air dan perlindungan lingkungan. Studi yang menggunakan tinjauan literatur dan analisis kualitatif ini menunjukkan bahwa tradisi Nyadran, yang dilakukan secara gotong royong dan lebih dari sekadar dimensi ritual, merupakan mekanisme sosial-budaya yang efektif untuk memelihara infrastruktur irigasi dan ekosistem di sekitarnya. Upacara tahunan ini menggabungkan nilai-nilai konservasi yang diwariskan secara turun-temurun, meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan air yang berkelanjutan dan pelestarian lingkungan. Terlepas dari kendala teknologi, tradisi ini telah berkembang melalui pembentukan program ekowisata dan pendidikan berbasis masyarakat. Studi ini menemukan bahwa memasukkan kearifan lokal ke dalam kebijakan konservasi dapat menghasilkan suatu bentuk pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, berbasis masyarakat, dan disesuaikan dengan konteks sosial-budaya setempat.
Copyrights © 2025