Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Model Pembelajaran Inkuiri Terstruktur Berstrategi PAROCS Ditinjau dari Aktivitas Belajar Siswa Maghfuroh, Divanda Janaha; Ahmad Qosyim; Muhamad Arif Mahdiannur
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 14 No 3 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v14i3.1545

Abstract

Kurikulum 2013 menekankan pada inkuiri ilmiah (scientific inquiry) untuk meningkatkan kemampuan berpikir, bekerja, dan bersikap ilmiah, serta meneruskannya sebagai komponen penting kecakapan hidup. Namun berdasarkan fakta yang ada, siswa memiliki peran yang kurang aktif dalam proses pembelajaran, mereka mendengarkan penjelasan dari guru tanpa mencoba untuk menggali pengetahuan yang diajarkan guru dari sumber lain. Sebagai alternatif solusi penelitian ini kemudian bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan model pembelajaran inkuiri terstruktur berstrategi Prediction, Alternative conceptions, Refutation, Observation, Comparison, dan Scientific explanation (PAROCS) dalam kegiatan belajar siswa. Desain penelitian ini adalah observation research dengan 30 partisipan dari siswa kelas VIII di salah satu SMP di daerah Balongbendo. Data dikumpulkan melalui observasi dengan menggunakan lembar pelaksanaan pembelajaran. Teknik pengumpulan data dianalisis menggunakan versi modifikasi dari koefisien Cohen's Kappa coefficient (k) untuk data ordinal rating scale yang disebut Weighted Kappa (kω) untuk menentukan kesepakatan antara dua pengamat. pembelajaran terlaksana dengan sangat baik selama tiga kali pertemuan. Keterlibatan siswa secara aktif berdampak pada meningkatnya hasil belajar. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri terstruktur berstrategi PAROCS diimplementasikan dengan baik yang berdampak pada meningkatnya hasil belajar siswa meskipun beberapa bagian memerlukan perbaikan untuk penelitian selanjutnya.
Keunikan Larung Sesaji Sarangan dalam Konservasi Alam dan Budaya sebagai Implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan SDGs Rani Kartika Sari; Hasan Subekti; Ahmad Qosyim; Dyah Astriani
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.4922

Abstract

Tradisi Larung Sesaji di Telaga Sarangan merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang mengandung nilai ekologis, sosial, spiritual, dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran tradisi tersebut dalam mendukung implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada tujuan nomor 11 (kota dan komunitas berkelanjutan), 13 (penanganan perubahan iklim), dan 15 (kehidupan di darat). Melalui pendekatan kualitatif dan studi literatur, ditemukan bahwa Larung Sesaji tidak hanya menjadi sarana pelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat kohesi sosial, membangun kesadaran ekologis berbasis spiritualitas, serta memberikan dampak ekonomi melalui pariwisata budaya. Namun, modernisasi dan komersialisasi pariwisata menjadi tantangan serius yang dapat mengikis nilai-nilai luhur tradisi ini. Oleh karena itu, integrasi kearifan lokal dalam kebijakan pembangunan, pendidikan budaya, dan pengelolaan pariwisata berkelanjutan menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlangsungan tradisi sekaligus mendukung agenda pembangunan global yang inklusif dan kontekstual.
Analisis Model Pembelajaran Inkuiri Terstruktur Berstrategi PAROCS Ditinjau dari Aktivitas Belajar Siswa Maghfuroh, Divanda Janaha; Ahmad Qosyim; Muhamad Arif Mahdiannur
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 14 No. 3 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v14i3.1545

Abstract

Kurikulum 2013 menekankan pada inkuiri ilmiah (scientific inquiry) untuk meningkatkan kemampuan berpikir, bekerja, dan bersikap ilmiah, serta meneruskannya sebagai komponen penting kecakapan hidup. Namun berdasarkan fakta yang ada, siswa memiliki peran yang kurang aktif dalam proses pembelajaran, mereka mendengarkan penjelasan dari guru tanpa mencoba untuk menggali pengetahuan yang diajarkan guru dari sumber lain. Sebagai alternatif solusi penelitian ini kemudian bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan model pembelajaran inkuiri terstruktur berstrategi Prediction, Alternative conceptions, Refutation, Observation, Comparison, dan Scientific explanation (PAROCS) dalam kegiatan belajar siswa. Desain penelitian ini adalah observation research dengan 30 partisipan dari siswa kelas VIII di salah satu SMP di daerah Balongbendo. Data dikumpulkan melalui observasi dengan menggunakan lembar pelaksanaan pembelajaran. Teknik pengumpulan data dianalisis menggunakan versi modifikasi dari koefisien Cohen's Kappa coefficient (k) untuk data ordinal rating scale yang disebut Weighted Kappa (kω) untuk menentukan kesepakatan antara dua pengamat. pembelajaran terlaksana dengan sangat baik selama tiga kali pertemuan. Keterlibatan siswa secara aktif berdampak pada meningkatnya hasil belajar. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri terstruktur berstrategi PAROCS diimplementasikan dengan baik yang berdampak pada meningkatnya hasil belajar siswa meskipun beberapa bagian memerlukan perbaikan untuk penelitian selanjutnya.
Kearifan Lokal Tradisi Nyadran DAM Bagong sebagai Strategi Konservasi Sumber Daya Air dan Pelestarian Lingkungan di Trenggalek Selfi Nur Hamidah; Hasan Subekti; Ahmad Qosyim; Dyah Astriani
CONSERVA Vol 3 No 02 (2025): CONSERVA : Jurnal Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan
Publisher : Unmuh Babel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/conserva.v3i02.225

Abstract

Studi ini menyelidiki tradisi Nyadran di Dam Bagong, Kabupaten Trenggalek, sebagai praktik kearifan lokal untuk pengelolaan sumber daya air dan perlindungan lingkungan. Studi yang menggunakan tinjauan literatur dan analisis kualitatif ini menunjukkan bahwa tradisi Nyadran, yang dilakukan secara gotong royong dan lebih dari sekadar dimensi ritual, merupakan mekanisme sosial-budaya yang efektif untuk memelihara infrastruktur irigasi dan ekosistem di sekitarnya. Upacara tahunan ini menggabungkan nilai-nilai konservasi yang diwariskan secara turun-temurun, meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan air yang berkelanjutan dan pelestarian lingkungan. Terlepas dari kendala teknologi, tradisi ini telah berkembang melalui pembentukan program ekowisata dan pendidikan berbasis masyarakat. Studi ini menemukan bahwa memasukkan kearifan lokal ke dalam kebijakan konservasi dapat menghasilkan suatu bentuk pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, berbasis masyarakat, dan disesuaikan dengan konteks sosial-budaya setempat.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif TGT Berbantuan Media Wayground Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Materi Struktur Bumi Dan Perkembangannya Pamellajoan Presidena; Ahmad Qosyim
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.43660

Abstract

This study aims to describe the implementation of the learning process, student responses, and cognitive learning outcomes of students by implementing the TGT type cooperative model assisted by wayground media on the material of earth structure and its development to improve student learning outcomes. This type of research is Pre-Experimental Design) with the research design is One Group Pretest-Posttest Design. The research sample consisted of 28 students of class VIII-A SMPN 1 Baron in the 2025/2026 academic year. The implementation of learning obtained a very good category. The student response questionnaire obtained a very good category with an average overall percentage of 89%. Student learning outcomes have increased. This can be seen from the N-Gain results. The N-Gain test results obtained a value of 0.64 which means there is an increase in the moderate category. The acquisition of sig. The pretest was 0.060 and the posttest sig. was 0.085, the data were normally distributed. The t-test results showed a significant difference between cognitive learning outcomes before and after the implementation of the TGT type cooperative learning model assisted by wayground media. Based on these results, it can be concluded that the implementation of the TGT type cooperative learning model assisted by wayground media on the material of earth structure and its development can improve the learning outcomes of junior high school students.
Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Berbasis Outdoor Class terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Pencemaran Lingkungan Nur Indah Fitriani; Ahmad Qosyim
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i2.4176

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada materi IPA, sehingga diperlukan model pembelajaran yang mendorong pengalaman langsung. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran, peningkatan hasil belajar, respons siswa, serta menguji pengaruh model discovery learning berbasis outdoor class. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi experimental (non-equivalent control group pretest–posttest). Subjek terdiri dari dua kelas, masing-masing 33 siswa, dipilih secara purposive sampling. Hasil menunjukkan keterlaksanaan pembelajaran sangat baik (90,72% dan 91,66%). Data berdistribusi normal dan homogen. Uji independent t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol. Nilai N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,70 (tinggi) dan kontrol 0,32 (sedang). Respons siswa mencapai 80% (sangat tinggi). Efektivitas model ini disebabkan oleh keterlibatan aktif siswa melalui observasi, eksplorasi, dan penemuan konsep di lingkungan nyata. Hal ini membantu siswa memahami materi secara mandiri dan kontekstual. Dengan demikian, discovery learning berbasis outdoor class efektif meningkatkan hasil belajar pada materi pencemaran lingkungan.