Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PROBIOTIK DAN PREEKLAMSIA : TINJAUAN BUKTI ILMIAH DARI PENELITIAN HEWAN HINGGA MANUSIA Windarena, Diyas; Rochmaniah, Dwi Ardhani; Anggraini, Anita Dewi; Villasari, Asasih; Lestari, Heni Eka Puji; Kristanti, Lucia Ani
Enfermeria Ciencia Vol. 2 No. 4 (2024): Jurnal Enfermeria Ciencia, Volume 2, Nomor 4, November 2024
Publisher : Yayasan Abdi Amanah Masyarakat Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/ec.v2i4.46

Abstract

Preeklamsia merupakan komplikasi kehamilan yang ditandai oleh hipertensi, proteinuria dan gangguan organ lainnya, yang berkontribusi signifikan terhadap morbiditas dan mortalitas ibu serta janin. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis bukti ilmiah mengenai peran probiotik dalam mencegah atau mengelola Preeklamsia. Strategi pencarian menggunakan metode PRISMA, dengan data yang diambil dari lima basis data ilmiah, yaitu PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, DOAJ, dan BMC, dalam rentang tahun 2014–2024. Dari 1487 artikel yang diidentifikasi, 9 artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil analisis menunjukkan bahwa probiotik berpotensi menurunkan risiko preeklamsia melalui berbagai mekanisme, termasuk modulasi mikrobiota usus, pengurangan inflamasi, peningkatan produksi asam lemak rantai pendek (SCFAs), dan regulasi tekanan darah. Studi pada manusia dan hewan menunjukkan hasil yang konsisten mengenai efek probiotik dalam menurunkan tekanan darah, memperbaiki fungsi vaskular, serta meningkatkan kesehatan imun dan metabolik. Kesimpulan ini mendukung potensi probiotik sebagai pendekatan non-farmakologis yang aman dalam pencegahan dan pengelolaan preeklamsia. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan strain, dosis, dan durasi intervensi optimal guna meningkatkan hasil klinis yang lebih baik.
KENAIKAN BERAT BADAN SELAMA KEHAMILAN SEBAGAI FAKTOR RISIKO PREEKLAMPSIA : SYSTEMATIC REVIEW Windarena, Diyas; Lestari, Heni Eka Puji; Purwanintyas, Maya; Purnamasari, Ika Ayu; Nurkholifa, Ferda Fibi Tyas
Jurnal Keperawatan Vol. 18 No. 2 (2025): Volume 18, Nomor 2, Juli 2025
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/jk.v18i2.487

Abstract

Preeklamsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang ditandai oleh hipertensi dan disfungsi organ, serta menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu dan janin. Kenaikan berat badan selama kehamilan (Gestational Weight Gain/GWG) yang tidak sesuai dengan rekomendasi dapat berkontribusi terhadap risiko terjadinya Preeklamsia. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis bukti ilmiah mengenai hubungan antara kenaikan berat badan selama kehamilan dengan kejadian Preeklamsia. Strategi pencarian dilakukan menggunakan pedoman PRISMA, dengan menelusuri lima basis data elektronik yaitu PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, DOAJ, dan BMC dalam rentang tahun 2015–2025. Dari 1632 artikel yang diidentifikasi, 13 artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil analisis menunjukkan bahwa GWG yang berlebihan secara signifikan berhubungan dengan peningkatan risiko Preeklamsia. Beberapa studi juga menunjukkan bahwa GWG yang tidak sesuai dapat memperburuk status metabolik dan meningkatkan inflamasi sistemik, yang menjadi faktor predisposisi Preeklamsia. Temuan ini menegaskan pentingnya pemantauan dan pengelolaan berat badan selama kehamilan sesuai pedoman sebagai upaya pencegahan Preeklamsia. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk menentukan apakah penambahan berat badan yang tidak normal berhubungan secara spesifik dengan Preeklamsia ringan atau berat
Pendidikan Kesehatan Gizi pada Ibu Hamil di Desa Banjarsari Kecamatan Nglames Kabupaten Madiun Villasari, Asasih; Lestari, Heni Eka Puji; Wibowo, Pipid Ari
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1: Januari 2021
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v1i1.226

Abstract

Status gizi masyarakat yang baik merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan kesehatan dan tidak terpisahkan dari pembangunan nasional secara keseluruhan. Gizi seimbang ibu hamil adalah keadaan keseimbangan antara gizi yang diperlukan oleh ibu hamil untuk kesehatan ibu dan pertumbuhan dan perkembangan janinnya yang dapat dipenuhi oleh asupan gizi dari aneka ragam makanan. Apabila Ibu hamil diberikan pendidikan mengenai gizi yang baik untuk meningkatkan asupan makanannya serta memperbaiki pola makannya, tidak hanya masalah anemia defisiensi besi saja yang teratasi namun resiko kurang energi kronis juga akan menurun dan nantinya prevalensi kematian ibu dan lahirnya BBLR akan menurun, dengan demikian, kualitas sumber daya manusia akan meningkat. Dengan adanya antusiasme warga yang sangat bersemangat  saat pelaksanaan penyuluhan, pendidikan kesehatan  diharapkan bisa meningkatkan wawasan dan pemahamannya tentang pentingnya gizi yang baik bagi ibu hamil di Banjarsari Kec. Nglames Kab Madiun.
Edukasi Pengelolaan Kantin Sehat dengan Media Leaflet Ramadhanintyas, Karina Nur; Utami, Yeni; Hartono, Aris; Putri, Adelia Kusuma Prasetiyo; Lestari, Heni Eka Puji
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1: Januari 2025
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v5i1.678

Abstract

Makanan jajanan yang ditawarkan di sekolah-sekolah semakin beragam. Makanan yang tidak sehat dan aman dapat menyebabkan gangguan pencernaan, diare dan infeksi saluran pencernaan. Di kantin SDN Bedagung menyediakan jajanan kemasan yang mengandung banyak kalori dan garam. Pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk memberikan edukasi kepada pengelola kantin sekolah dengan memberikan ceramah dan leaflet. Kegiatan ini dilakukan bagi pengelola kantin sekolah-sekolah di Desa Bedagung Kecamatan Panekan, Magetan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan tanggal 19 Agustus 2024 berlangsung dari pukul 09.00 sampai pukul 10.00 WIB dan peserta dari edukasi pengelolaan kantin sehat adalah para pedangang yang berjualan di sekolah-sekolah Desa Bedagung berjumlah 10 orang. Hasil dari edukasi tentang kantin sehat secara efektif mampu meningkatkan pengetahuan dari pedagang kantin. Penyuluhan dengan metode ceramah, leaflet dan tanya jawab mempu meningkatkan pengetahuan para pengelola kantin dan guru tentang keamanan jajanan anak sekolah serta diharapkan mampu mengubah atau meminimalkan menjual jajanan yang kurang sehat di kantin sekolah.
Historical Relationship of Premature Labor and Low Born Weight with Nutrition Status of Children Under Three Years Old Lestari, Heni Eka Puji; Villasari, Asasih; Kartika, K
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2020: Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.319 KB) | DOI: 10.23917/iseth.1272

Abstract

Purpose: Determine the relationship between low birth weight (LBW) history and prematurity history with the nutritional status of three-year-old babies in Ngumbul Tulakan Village, Pacitan.Methodology: This research is a descriptive analytic using a cross sectional approach. Population in this study were 123 babies three years old in Ngumbul Tulakan Pacitan Village. The sampling technique used was simple random sampling, with a sample size of 94 three-year-old baby. Data collection using the observation sheet. Data analysis used Chi square test with ɑ = 0.05.Results: The results of this study were a small proportion of three-year-old babies with a history of low birth weight (LBW) in the village of Ngumbul Tulakan, Pacitan, there were 24 children (25.5%). Three year old babies with history of premature were 20.2% (as many as 19 three-year-old baby) in Ngumbul Tulakan Pacitan village. The nutritional status of three-year-old babies in the village of Gumbul Tulakan, Pacitan, is mostly normal (76.6%). The results of statistical tests showed that there was a relationship between LBW history with the nutritional status of three-year-old infants in Ngumbul Tulakan Village, Pacitan with a value of ρ value of 0.00. There is a relationship between a history of prematurity and the nutritional status of three-year-old baby in Ngumbul Tulakan Village, Pacitan with a value of ρ value of 0.00Conclusion: It is recommended that mothers take their three-year-old babies to the posyandu regularly to monitor their growth and development and provide a balanced nutritional intake according to the needs of a three-year-old baby.
Relationship between School-Age Abilities in Online Learning with Stress Levels of Parent during the Covid-19 Pandemic Kartika, K; Mulyati, Sesaria Betty; Lestari, Heni Eka Puji
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2020: Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.789 KB) | DOI: 10.23917/iseth.1274

Abstract

Purpose: Knowing the relationship between abilities at the developmental stage of school-aged children in online learning and levels stress of parents during the Covid-19 pandemic.Methodology: This research used quantitative analysis through cross sectional approach. Data were collected by survey online link questionnaire approximately 3 weeks. This study examined data from parents with at child 6-12 years of age and educated their children in online learning due to COVID-19 Pandemic. The final sample included 126 parents in Madiun City. Data analysis used chi square with = 0.05.Results: The study showed that most parents experienced moderate stress levels as many as 84 respondents (66.7%). The study also showed that there were 52 respondents (66.7%) who were able to follow the online learning process with moderate stress to their parents. Statistical result shows that there is a relationship between ability of school-aged children in online learning to the stress level of parents with p value = 0.002 ( <0.05). It explained that ability of school aged children can increase the stress levels of parents. Conclusion: The Covid 19 pandemic has an impact on the learning process of school age children. Online learning needed an additional role for parents to teached children at home. The ability of school-aged children in online learning affected stress levels of parents. Therefore, intervention for mental health in parents is needed to remain balanced an additional role during COVID-19.
Penyuluhan Keluarga Berencana Berbasis Komunitas Untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Pasangan Usia Subur di Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan Lestari, Heni Eka Puji; Sebtalesy, Cintika Yorinda; Villasari, Asasih; Kartika, Kartika; Kristanti, Lucia Ani
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jgen.v4i1.1382

Abstract

Rendahnya tingkat pengetahuan dan partisipasi pasangan usia reproduktif dalam program Keluarga Berencana (KB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di daerah pedesaan, termasuk Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Besarnya masalah ini tercermin dalam rendahnya pemanfaatan metode kontrasepsi modern, khususnya kontrasepsi reversibel jangka panjang, yang meningkatkan risiko kehamilan yang tidak diinginkan dan dapat berdampak negatif pada kesehatan ibu dan kesejahteraan keluarga. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, menumbuhkan sikap positif, dan mendorong partisipasi aktif dalam KB melalui pendekatan konseling berbasis masyarakat. Program ini dilaksanakan dengan menggunakan metode partisipatif yang melibatkan petugas kesehatan, tokoh masyarakat, dan kader posyandu di empat pos kesehatan masyarakat di Desa Sidomukti. Kegiatan pendidikan dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, sesi tanya jawab, dan penggunaan media pendidikan seperti brosur dan alat peraga kontrasepsi. Evaluasi program dilakukan menggunakan asesmen pra-uji dan pasca-uji untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta, dengan peningkatan rata-rata sebesar 34%, disertai dengan penurunan persepsi negatif dan peningkatan minat pada metode kontrasepsi yang lebih efektif. Konseling keluarga berencana berbasis komunitas terbukti sebagai strategi yang efektif untuk meningkatkan literasi kesehatan reproduksi dan memiliki potensi yang kuat sebagai model intervensi berkelanjutan untuk mendukung keluarga berencana dan meningkatkan kualitas hidup di masyarakat pedesaan.
Pengaruh Pola Pengasuhan Keluarga Terhadap Kondisi Kesehatan Mental Remaja di Desa Tulung, Kabupaten Magetan Utami, Yeni; Lestari, Heni Eka Puji
DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/dikkesh.v2i1.1469

Abstract

Kesehatan mental remaja merupakan aspek penting dalam mendukung tumbuh kembang yang optimal. Lingkungan keluarga, khususnya pola pengasuhan orang tua, memiliki kontribusi besar dalam membentuk stabilitas emosional dan perilaku remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola pengasuhan keluarga terhadap kondisi kesehatan mental remaja di wilayah pedesaan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Subjek penelitian adalah 40 remaja berusia 11–18 tahun yang tinggal di Desa Tulung, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pola asuh orang tua serta instrumen Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) untuk menilai kesehatan mental remaja. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh permisif merupakan pola asuh yang paling dominan diterapkan oleh orang tua. Sebagian besar remaja berada pada kategori kesehatan mental abnormal. Hasil uji statistik menunjukkan adanya pengaruh yang bermakna antara pola pengasuhan orang tua dengan kondisi kesehatan mental remaja (p = 0,001; r = 0,341), dengan kekuatan hubungan sedang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola pengasuhan keluarga berpengaruh terhadap kesehatan mental remaja. Penerapan pola asuh yang tepat, khususnya pola asuh demokratis, perlu ditingkatkan sebagai upaya preventif terhadap gangguan kesehatan mental remaja.
Pengaruh Pola Pengasuhan Keluarga Terhadap Kondisi Kesehatan Mental Remaja di Desa Tulung, Kabupaten Magetan Utami, Yeni; Lestari, Heni Eka Puji
DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/dikkesh.v2i1.1469

Abstract

Kesehatan mental remaja merupakan aspek penting dalam mendukung tumbuh kembang yang optimal. Lingkungan keluarga, khususnya pola pengasuhan orang tua, memiliki kontribusi besar dalam membentuk stabilitas emosional dan perilaku remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola pengasuhan keluarga terhadap kondisi kesehatan mental remaja di wilayah pedesaan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Subjek penelitian adalah 40 remaja berusia 11–18 tahun yang tinggal di Desa Tulung, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pola asuh orang tua serta instrumen Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) untuk menilai kesehatan mental remaja. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh permisif merupakan pola asuh yang paling dominan diterapkan oleh orang tua. Sebagian besar remaja berada pada kategori kesehatan mental abnormal. Hasil uji statistik menunjukkan adanya pengaruh yang bermakna antara pola pengasuhan orang tua dengan kondisi kesehatan mental remaja (p = 0,001; r = 0,341), dengan kekuatan hubungan sedang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola pengasuhan keluarga berpengaruh terhadap kesehatan mental remaja. Penerapan pola asuh yang tepat, khususnya pola asuh demokratis, perlu ditingkatkan sebagai upaya preventif terhadap gangguan kesehatan mental remaja.