Kajian Pendidikan, Seni, Budaya, Sosial dan Lingkungan
Vol. 3 No. 1 (2026): (INPRESS 2026)

Pelestarian tari Zapin Pecah Duabelas melalui kegiatan ekstrakurikuler sekolah sebagai sarana pembelajaran dan internalisasi nilai budaya

Winata, Adjie Restu (Unknown)
Hariyani, Andini Eka (Unknown)
Putri, Ardhita Fahira (Unknown)
Nugianata, Arkhensa Putri (Unknown)
Lusiani, Putri (Unknown)
Yolanda, Yoga (Unknown)



Article Info

Publish Date
25 Jan 2026

Abstract

The Zapin Pecah 12 dance is a traditional Riau Malay performing art form with strong historical, religious, and sociocultural values. However, globalization and the dominance of popular culture have led to a decline in young people’s interest in traditional dance. This study aims to describe the preservation process of the Zapin Pecah 12 dance through extracurricular activities at SMA Negeri 11 Pekanbaru and to examine the role of this dance learning as a medium for transmitting Riau Malay cultural values. This research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results show that the Zapin Pecah 12 extracurricular activities play an important role in preserving Riau Malay Zapin art, particularly in the geographical context of Pekanbaru as a transitional area between coastal and inland cultures. The learning of this dance not only preserves the movement forms but also transmits religious values, discipline, togetherness, and Riau Malay cultural identity to the students. Tari Zapin Pecah 12 merupakan salah satu bentuk seni pertunjukan tradisional Melayu Riau yang memiliki nilai historis, religius, dan sosial budaya yang kuat. Namun, arus globalisasi dan dominasi budaya populer menyebabkan terjadinya penurunan minat generasi muda terhadap seni tari tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelestarian Tari Zapin Pecah 12 melalui kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 11 Pekanbaru serta mengkaji peran pembelajaran tari tersebut sebagai sarana pewarisan nilai budaya Melayu Riau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler Tari Zapin Pecah 12 berperan penting dalam pelestarian seni Zapin Melayu Riau, khususnya dalam konteks geografis Pekanbaru sebagai wilayah peralihan budaya pesisir dan daratan. Pembelajaran tari ini tidak hanya melestarikan bentuk gerak, tetapi juga mentransmisikan nilai religius, kedisiplinan, kebersamaan, dan identitas budaya Melayu kepada peserta didik. 

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

KPSBSL

Publisher

Subject

Arts Economics, Econometrics & Finance Education Environmental Science Languange, Linguistic, Communication & Media Law, Crime, Criminology & Criminal Justice

Description

Kajian Pendidikan, Seni, Budaya, Sosial dan Lingkungan (KPSBSL) is an international peer reviewed and open access journal in education studies, art, cultural studies, social studies, economic, religion studies, political studies, language studies, environment studies and humanity studies. Its scope ...