Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelestarian tari Zapin Pecah Duabelas melalui kegiatan ekstrakurikuler sekolah sebagai sarana pembelajaran dan internalisasi nilai budaya Winata, Adjie Restu; Hariyani, Andini Eka; Putri, Ardhita Fahira; Nugianata, Arkhensa Putri; Lusiani, Putri; Yolanda, Yoga
Kajian Pendidikan, Seni, Budaya, Sosial dan Lingkungan Vol. 3 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Yayasan Mitra Persada Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58881/kpsbsl.v3i1.142

Abstract

The Zapin Pecah 12 dance is a traditional Riau Malay performing art form with strong historical, religious, and sociocultural values. However, globalization and the dominance of popular culture have led to a decline in young people’s interest in traditional dance. This study aims to describe the preservation process of the Zapin Pecah 12 dance through extracurricular activities at SMA Negeri 11 Pekanbaru and to examine the role of this dance learning as a medium for transmitting Riau Malay cultural values. This research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results show that the Zapin Pecah 12 extracurricular activities play an important role in preserving Riau Malay Zapin art, particularly in the geographical context of Pekanbaru as a transitional area between coastal and inland cultures. The learning of this dance not only preserves the movement forms but also transmits religious values, discipline, togetherness, and Riau Malay cultural identity to the students. Tari Zapin Pecah 12 merupakan salah satu bentuk seni pertunjukan tradisional Melayu Riau yang memiliki nilai historis, religius, dan sosial budaya yang kuat. Namun, arus globalisasi dan dominasi budaya populer menyebabkan terjadinya penurunan minat generasi muda terhadap seni tari tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelestarian Tari Zapin Pecah 12 melalui kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 11 Pekanbaru serta mengkaji peran pembelajaran tari tersebut sebagai sarana pewarisan nilai budaya Melayu Riau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler Tari Zapin Pecah 12 berperan penting dalam pelestarian seni Zapin Melayu Riau, khususnya dalam konteks geografis Pekanbaru sebagai wilayah peralihan budaya pesisir dan daratan. Pembelajaran tari ini tidak hanya melestarikan bentuk gerak, tetapi juga mentransmisikan nilai religius, kedisiplinan, kebersamaan, dan identitas budaya Melayu kepada peserta didik. 
Kritik Seni Pertunjukan Pagelaran Sabang Merauke Fitrah, Rima; Winata, Adjie Restu; Malinda, Nurul; Oktaviani, Rizma; Riati, Endang; Fitriah, Laila
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 9 (2026): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i9.763

Abstract

Pagelaran Sabang Merauke adalah sebuah pertunjukan seni yang menampilkan keragaman budaya Indonesia melalui gabungan tari, musik, dan visual panggung modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pagelaran sabang Merauke dalam perspektif kritik seni, khususnya untuk mengqanalisis aspek estetika pertunjukan serta makna budaya yang di sampaika melalui unsur tari, musik, dan visual panggung modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui pengamatan terhadap dokumentasi video Pagelaran Sabang Merauke. Analisis dilakukan dengan menerapkan kerangka kritik seni, meliputi pengamatan unsur estetika visual, gerak tari, iringan musik, serta makna budaya yang terkandung dalam pertunjukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pagelaran Sabang Merauke mampu menghadirkan pengalaman estetis yang kuat melalui perpaduan unsur seni tradisional dan modern. Pertunjukan ini berhasil menyampaikan pesan persatuan dalam keberagaman budaya Indonesia. Namun, pada beberapa bagian, dominasi unsur visual modern cenderung mengurangi kedalaman nilai budaya tradisional yang menjadi dasar pertunjukan.