Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Stimulation Group as an Effort to Increase the Stimulation of Growth and Development of Toddlers in Baratan Jember: Stimulation Group Sebagai Upaya Meningkatkan Stimulasi Tumbuh Kembang Balita di Baratan Jember Septiyono, Eka Afdi; Merina, Nuning Dwi; Yolanda, Yoga
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Desember 2022
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.486 KB) | DOI: 10.58545/djpm.v1i1.16

Abstract

Infants and children also need sufficient stimulation in quantity and quality from the beginning for their psychosocial mental development. Children who get a lot of stimulation will develop faster than children who get less or even no stimulation. Delays in child development can also be caused by the child's lack of stimulation, caregivers, and parents. Partner problems at this time are health problems. This problem arises because no social institutions have been formed or helped prevent delays in the growth and development of toddlers and the low participation of the community. This low coverage impacts health problems that result in toddlers not fulfilling their growth and development tasks. After discussions with partners and the proposing team, a solution was found to overcome these problems: the stimulation of growth and development through women's empowerment formed through a stimulation group. The counseling results showed that partners' knowledge about growth and development stimulation was in a good category (86%). The training results showed that partners' knowledge about KPSP was in a good category (82%). Stimulation of growth and development should be carried out continuously and appropriately so that it can improve children's abilities in terms of language, social, gross and fine motor skills.
Metafora Produk Fashion pada Shopee Live Yolanda, Yoga; Setyono, Budi; Saputro, Anang Oki; Astuti, Alvina Puspita Ningrum; Prayudi, Akbar Ario
Prosiding Seminar Nasional Universitas Ma Chung (Informatika & Sistem Informasi Bahasa dan Seni
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadirnya wadah jual-beli baru berupa live-streaming commerce berefek pada cara berkomunikasi antara penjual dengan pembeli. Salah satu keunikan yang muncul adalah pada penggunaan metafora. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan metafora sebagai alat untuk mempertahankan pengunjung toko fashion pada live-streaming commerce di Indonesia. Untuk mencapai tujuan ini, peneliti menggunakan rancangan kualitatif. Data, berupa metafora, yang digunakan oleh penjual (host) dikumpulkan dari fitur Shopee Live yang disediakan oleh lokapasar Shopee. Pemilihan toko fashion dalam Shopee Live sebagai sumber data dilakukan secara purposif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak bebas libat cakap dan wawancara. Data yang telah terkonfirmasi sebagai metafora kemudian dianalisis menggunakan teknik interaktif Miles & Huberman. Dalam analisis, perspektif Semantik Kognitif dilakukan untuk menelusuri organisasi (struktur dan proses) konseptual yang terjadi dalam sistem kognisi penjual live-streaming commerce. Data diuraikan menggunakan citra-skema dan kerangka teori metafora konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berbahasa, utamanya bermetafora, adalah faktor penting dalam kegiatan jual-beli produk fashion pada live-streaming commerce. Semakin pandai bermetafora; semakin banyak pengunjung toko. Di samping itu, dapat dikatakan bahwa metafora dalam berjualan pada live-streaming commerce tampak lebih dibutuhkan daripada toko fisik dan toko digital. Efek dari keberadaan live-streaming commerce adalah banyaknya kosakata baru yang tercipta, terutama dalam bentuk metafora, sehingga kemampuan bermetafora harus dipahami dan dikuasai oleh pelaku bisnis dalam live-streaming commerce.
Stimulation Group as an Effort to Increase the Stimulation of Growth and Development of Toddlers in Baratan Jember: Stimulation Group Sebagai Upaya Meningkatkan Stimulasi Tumbuh Kembang Balita di Baratan Jember Septiyono, Eka Afdi; Merina, Nuning Dwi; Yolanda, Yoga
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Desember 2022
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v1i1.16

Abstract

Infants and children also need sufficient stimulation in quantity and quality from the beginning for their psychosocial mental development. Children who get a lot of stimulation will develop faster than children who get less or even no stimulation. Delays in child development can also be caused by the child's lack of stimulation, caregivers, and parents. Partner problems at this time are health problems. This problem arises because no social institutions have been formed or helped prevent delays in the growth and development of toddlers and the low participation of the community. This low coverage impacts health problems that result in toddlers not fulfilling their growth and development tasks. After discussions with partners and the proposing team, a solution was found to overcome these problems: the stimulation of growth and development through women's empowerment formed through a stimulation group. The counseling results showed that partners' knowledge about growth and development stimulation was in a good category (86%). The training results showed that partners' knowledge about KPSP was in a good category (82%). Stimulation of growth and development should be carried out continuously and appropriately so that it can improve children's abilities in terms of language, social, gross and fine motor skills.
Analisis Makrostruktural Berita Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 di Media Massa Daring Tribunnews.com. Saputro, Anang Oki; Wuryaningrum, Rusdhianti; Yolanda, Yoga
Widyantara Vol 2 No 2 (2024)
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/widyantara.v2i2.110

Abstract

Wacana berita di media massa daring mencerminkan pandangan pihak pembuat berita, dengan bahasa berfungsi sebagai pembentuk persepsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wacana berita putusan MK No 90/PUU-XXI/2023 pada dimensi Makrostruktural Analisis Wacana kritis norman fairclough. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah analisis dokumen dan observasi. Sumber data yang terdapat dalam penelitian ini berupa kata, frasa, kalimat atau paragraf, teks, ko-teks, dan konteks yang mengandung dan mengindikasikan dimensi makrostruktural. Hasil akhir dari penelitian ini adalah ditemukan aspek situasional, instituasional dan sosial yang memiliki peran signifikan dalam membentuk persepsi dan opini publik. News discourse in the mass media dare reflects the views of the news maker, with language functioning as a shaper of perception. This research aims to analyze the news discourse of the Constitutional Court decision Number. 90/PUU-XXI/2023 in the macrostructural analysis dimension of Norman Fairclough's critical discourse.  The research method used in this research is a qualitative descriptive method. The data source used is news with the title "If You Become Vice President, Gibran Chances to Equal Emmanuel Macron to Sanna Marin" and "Holding a Demonstration, BEM Nusantara: Constitutional Court's Decision on the Age Limit of Presidential and Vice Presidential Candidates Hit the Constitution". The data analysis technique uses Norman Faiclough’s CDA model analysis which is divided into 3 stages, namely microstructural, mesostructural, and macrostructural dimensions. The final result of this research is that situational, institutional, and social aspects are found which have a significant role in shaping public perceptions and opinions.
Pelestarian tari Zapin Pecah Duabelas melalui kegiatan ekstrakurikuler sekolah sebagai sarana pembelajaran dan internalisasi nilai budaya Winata, Adjie Restu; Hariyani, Andini Eka; Putri, Ardhita Fahira; Nugianata, Arkhensa Putri; Lusiani, Putri; Yolanda, Yoga
Kajian Pendidikan, Seni, Budaya, Sosial dan Lingkungan Vol. 3 No. 1 (2026): (INPRESS 2026)
Publisher : Yayasan Mitra Persada Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Zapin Pecah 12 dance is a traditional Riau Malay performing art form with strong historical, religious, and sociocultural values. However, globalization and the dominance of popular culture have led to a decline in young people’s interest in traditional dance. This study aims to describe the preservation process of the Zapin Pecah 12 dance through extracurricular activities at SMA Negeri 11 Pekanbaru and to examine the role of this dance learning as a medium for transmitting Riau Malay cultural values. This research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results show that the Zapin Pecah 12 extracurricular activities play an important role in preserving Riau Malay Zapin art, particularly in the geographical context of Pekanbaru as a transitional area between coastal and inland cultures. The learning of this dance not only preserves the movement forms but also transmits religious values, discipline, togetherness, and Riau Malay cultural identity to the students. Tari Zapin Pecah 12 merupakan salah satu bentuk seni pertunjukan tradisional Melayu Riau yang memiliki nilai historis, religius, dan sosial budaya yang kuat. Namun, arus globalisasi dan dominasi budaya populer menyebabkan terjadinya penurunan minat generasi muda terhadap seni tari tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelestarian Tari Zapin Pecah 12 melalui kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 11 Pekanbaru serta mengkaji peran pembelajaran tari tersebut sebagai sarana pewarisan nilai budaya Melayu Riau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler Tari Zapin Pecah 12 berperan penting dalam pelestarian seni Zapin Melayu Riau, khususnya dalam konteks geografis Pekanbaru sebagai wilayah peralihan budaya pesisir dan daratan. Pembelajaran tari ini tidak hanya melestarikan bentuk gerak, tetapi juga mentransmisikan nilai religius, kedisiplinan, kebersamaan, dan identitas budaya Melayu kepada peserta didik.