Artikel ini membahas pelaksanaan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus di SLB Negeri Sido Mukti berdasarkan hasil observasi pembelajaran. Sekolah ini melayani peserta didik dengan berbagai jenis ketunaan, antara lain tunagrahita, autis, tunarungu, tunanetra, dan tunadaksa. Proses pembelajaran dilaksanakan dalam rombongan belajar kecil untuk mendukung pembelajaran individual. Kurikulum yang digunakan adalah Kurikulum Merdeka dengan pendekatan deep learning yang dimodifikasi, berfokus pada pembelajaran bermakna, kemandirian, serta perkembangan sosial-emosional siswa. Guru memanfaatkan media visual, alat peraga konkret, dan pengulangan instruksi untuk menyesuaikan dengan karakteristik siswa. Meskipun belum tersedia ruang terapi khusus, guru tetap mengoptimalkan proses pembelajaran melalui strategi adaptif dan sistem penilaian yang fleksibel. Hasil observasi menunjukkan bahwa pendidikan anak berkebutuhan khusus memerlukan kesabaran, komitmen guru, serta fleksibilitas kurikulum.
Copyrights © 2025