Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran integrasi Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk serta meningkatkan kualitas iman dan akhlak peserta didik, khususnya di tengah tantangan era modern yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi, globalisasi, dan pergeseran nilai sosial. Fenomena degradasi moral, krisis identitas, dan pengaruh negatif media sosial menjadi latar belakang utama perlunya penguatan aspek spiritualitas dan moralitas di lingkungan sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), di mana data dikumpulkan melalui penelusuran sistematis pada basis data ilmiah seperti Google Scholar, Google Books, dan portal jurnal nasional Sinta. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi PAI bukan sekadar penambahan materi agama ke dalam kurikulum, melainkan upaya menanamkan ruh keagamaan ke dalam seluruh proses pencarian ilmu untuk menghapus dikotomi antara ilmu umum dan ilmu agama. Keberhasilan integrasi ini sangat dipengaruhi oleh sinergi antara strategi pembelajaran yang adaptif, keteladanan guru (uswatun hasanah), pembiasaan religius di sekolah, serta dukungan aktif dari lingkungan keluarga. Meskipun menghadapi hambatan berupa keterbatasan waktu pembelajaran dan dampak negatif teknologi digital, penelitian ini menyimpulkan bahwa model pendidikan integratif yang berkelanjutan sangat efektif sebagai solusi preventif dalam menjaga integritas moral dan memperkokoh fondasi iman siswa di era disrupsi
Copyrights © 2025