Artikel ini melakukan kajian mendalam terhadap integrasi agama, iman, dan akhlak sebagai pendekatan komprehensif untuk mengatasi krisis moral yang semakin kompleks di era modern. Krisis moral ini tidak hanya terlihat dalam bentuk perilaku individu seperti korupsi, kekerasan, dan penyalahgunaan teknologi, tetapi juga dalam skala sosial yang lebih luas, termasuk degradasi nilai-nilai keluarga, intoleransi antar kelompok, dan penurunan kepercayaan publik terhadap institusi. Melalui analisis kualitatif terhadap referensi jurnal dari berbagai disiplin ilmu terkait pendidikan, etika, dan studi agama, artikel ini mengeksplorasi bagaimana ketiga elemen tersebut agama sebagai sumber nilai universal, iman sebagai keyakinan spiritual yang mendalam, dan akhlak sebagai praktik perilaku etis—dapat diintegrasikan secara sinergis dalam pendidikan, kebijakan sosial, dan kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ini tidak hanya efektif dalam konteks pendidikan Islam, tetapi juga memiliki aplikasi luas untuk masyarakat pluralistik, dengan bukti empiris dari studi-studi yang menekankan peran pendidikan akhlak dalam membangun resiliensi moral dan harmoni sosial. Artikel ini juga membahas tantangan implementasi, seperti pengaruh globalisasi dan sekularisasi, serta potensi solusi melalui pendekatan interdisipliner. Kesimpulan utama adalah bahwa integrasi agama, iman, dan akhlak dapat menjadi fondasi untuk transformasi moral yang berkelanjutan, mendorong pembentukan karakter individu dan masyarakat yang lebih etis, toleran, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, artikel ini berkontribusi pada diskusi akademik tentang solusi alternatif terhadap krisis moral modern, yang sering kali diabaikan oleh pendekatan sekuler semata.
Copyrights © 2025