Artikel ini membahas dinamika pelaksanaan Pemilu 1999 dan 2004 di Kota Jambi sebagai tonggak transisi sistem demokrasi dari era Orde Baru ke masa Reformasi. Pemilu tahun 1999 menandai awal keterbukaan politik dan meningkatnya partisipasi masyarakat, sedangkan Pemilu 2004 menegaskan peran pemilih melalui pemilihan presiden secara langsung. Metode yang digunakan adalah adalah metode sejarah dengan pendekatan sejarah kualitatif dengan studi pustaka dan dokumentasi arsip lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua pemilu tersebut memiliki dampak besar terhadap demokratisasi lokal, pergeseran pola partisipasi, dan perubahan sistem pemilu. Implikasinya terlihat dalam meningkatnya kesadaran politik warga dan penguatan institusi penyelenggara pemilu.
Copyrights © 2025