Penelitian ini bertujuan menganalisis pergeseran pemahaman dan pelaksanaan masa iddah dalam masyarakat Muslim yang dipengaruhi oleh kuatnya adat dan tradisi lokal, khususnya dalam praktik ritual kematian seperti selametan dan tahlilan. Fokus kajian diarahkan pada ketegangan antara ketentuan syariat Islam yang menekankan kehormatan perempuan, kejelasan nasab, dan masa pemulihan pascapernikahan dengan praktik budaya yang telah mengakar di masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi yang diperkaya melalui observasi lapangan dan kajian literatur fikih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengabaian masa iddah tidak semata-mata disebabkan oleh faktor individu, melainkan dipengaruhi oleh dominasi adat, tekanan sosial, serta pertimbangan ekonomi. Tradisi selametan sering kali lebih diprioritaskan dibandingkan kepatuhan terhadap ketentuan iddah, sehingga nilai syariat menjadi terpinggirkan. Penelitian ini menawarkan solusi integratif berupa penguatan edukasi fikih keluarga, peran aktif tokoh agama dan pemerintah desa, serta penyederhanaan tradisi agar selaras dengan ajaran Islam.
Copyrights © 2025