Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis penerapan ice breaking terhadap rasa percaya diri pada anak usia 5-6 tahun di PAUD Al Imron. Fenomena yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya keberanian anak untuk berbicara, mencoba hal baru, dan tampil di depan teman sebaya dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak 19 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ice breaking tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan pemanasan sebelum pembelajaran dimulai, tetapi juga sebagai metode yang mampu membantu anak mengembangkan kemampuan sosial, mengekspresikan diri secara terbuka, serta membentuk rasa aman dan dihargai dalam lingkungan belajar. Anak-anak yang terlibat dalam kegiatan ice breaking menunjukkan kesiapan mental dan emosional yang lebih baik untuk mengikuti proses pembelajaran secara aktif. Dampak penerapan ice breaking efektif dan relevan untuk digunakan dalam pembelajaran anak usia dini karena selaras dengan karakteristik anak yang gemar bermain dan berinteraksi. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa penerapan ice breaking memiliki dampak positif terhadap perkembangan rasa percaya diri anak usia dini, dengan menyoroti perlunya peran aktif guru dan orang tua untuk menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan.
Copyrights © 2025