Latar Belakang: Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, namun praktik pembelajaran IPAS di lapangan masih didominasi pendekatan konvensional yang membuat siswa pasif dan kurang termotivasi. Minimnya penggunaan media pembelajaran inovatif dan ketergantungan pada buku teks cetak menciptakan suasana belajar yang monoton dan tidak menarik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan, kelayakan, dan kepraktisan media pembelajaran interaktif berbasis Discovery Learning pada pembelajaran IPAS kelas IV. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas IV SDN 1 Pringgabaya. Sampel terdiri dari ahli media, ahli materi, dan 21 peserta didik kelas IV. Instrumen penelitian berupa lembar validasi dan angket dengan skala Likert. Data kualitatif dianalisis secara deskriptif, sedangkan data kuantitatif dianalisis menggunakan rumus persentase kelayakan. Hasil: Validasi ahli tampilan dan ahli materi menunjukkan persentase kelayakan masing-masing 84% dan 84% (kategori sangat layak). Penilaian guru mencapai 86% (sangat layak). Uji coba skala kecil memperoleh 94% dan uji coba skala besar mencapai 95% (sangat layak). Kesimpulan: Media pembelajaran interaktif berbasis Discovery Learning terbukti sangat layak dan praktis untuk pembelajaran IPAS kelas IV, mampu meningkatkan minat, motivasi, dan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran.
Copyrights © 2025