Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sosio-edukasi dan karakteristik petani, yang meliputi tingkat pendidikan, umur, dan pengalaman bertani, terhadap produktivitas usahatani sorgum di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei terhadap seluruh petani sorgum di Desa Sukadana dan Desa Tumpak sebanyak 32 responden yang ditentukan melalui metode sensus. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan metode Ordinary Least Square (OLS), disertai uji asumsi klasik, uji signifikansi parsial (uji t), uji simultan (uji F), serta uji koefisien determinasi (R²). Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial, tingkat pendidikan memiliki koefisien positif namun tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas usahatani sorgum (Sig. 0,662), umur berpengaruh negatif dan tidak signifikan (Sig. 0,197), serta pengalaman bertani berpengaruh positif tetapi juga tidak signifikan (Sig. 0,109). Secara simultan, hasil uji F menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas usahatani sorgum dengan nilai signifikansi sebesar 0,403. Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan nilai R sebesar 0,313 dan R² sebesar 0,098, yang mengindikasikan bahwa model hanya mampu menjelaskan 9,8% variasi produktivitas usahatani sorgum, sementara 90,2% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model, seperti penggunaan input produksi, kondisi agroklimat, dan pengelolaan teknis usahatani. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan produktivitas sorgum di wilayah penelitian lebih dipengaruhi oleh faktor teknis dan struktural dibandingkan karakteristik demografis petani.
Copyrights © 2025