Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra
Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026 | in progress

Dysphemia in the 2024 Presidential Candidate Debates and Its Relevance to Indonesian Language Learning

T. Niyode, Diyanti (Unknown)
Malabar, Sayama (Unknown)
Ntelu, Asna (Unknown)



Article Info

Publish Date
18 Jan 2026

Abstract

Kajian ini bertujuan menganalisis disfemia dalam debat calon presiden pada Pemilu 2024 serta relevansinya dengan pembelajaran Bahasa Indonesia. Fokus penelitian diarahkan pada identifikasi bentuk-bentuk disfemia yang muncul dalam tuturan para kandidat, interpretasi makna disfemia dalam konteks adu argumentasi politik, serta penerapan temuan-temuan tersebut dalam pembelajaran teks debat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disfemia muncul dalam tiga bentuk utama, yaitu kata, frase, dan kalimat. Bentuk kata paling menonjol digunakan untuk memberikan serangan langsung melalui diksi negatif, sedangkan bentuk frasa memperluas kritik dalam konstruksi bahasa yang lebih kompleks. Bentuk kalimat menyampaikan kritik paling utuh dan terstruktur, berfungsi membangun narasi yang mempengaruhi citra dan kredibilitas lawan. Distribusi penggunaan disfemia berbeda antar kandidat: Anies Baswedan tekanan kritik berbasis kebijakan, Prabowo Subianto dominan dalam serangan personal, sedangkan Ganjar Pranowo lebih terbatas dan cenderung responsif. Makna disfemia yang mencakup meremehkan, menyindir, meremehkan, meremehkan, menuduh, dan memojokkan lawan. Penggunaan makna ini menunjukkan strategi komunikasi yang bertujuan untuk memperkuat argumen, menghadirkan lawan, dan mempengaruhi persepsi publik. Relevansi terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia terlihat dari kemampuan siswa mengenali fungsi retoris, dampak pilihan kata, serta etika komunikasi. Analisis disfemia juga mendukung literasi kritis dan pengembangan karakter, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual, reflektif, dan sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa bahasa dalam wacana politik tidak netral, melainkan memuat strategi persuasif yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, analitis, dan etis peserta didik.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jp

Publisher

Subject

Education Languange, Linguistic, Communication & Media Other

Description

Jurnal PEMBAHAS (Pembelajaran Bahasa dan Sastra) [p-ISSN 2809-5367][e-ISSN: 2809-6355] has the aim to develop and disseminate science and technology through scientific articles on the results of research and study of concepts or theories in an effort to enrich the scientific realm in the field of ...