Keterampilan membaca artikel ilmiah populer merupakan kemampuan penting dalam penguatan literasi siswa di era digital, namun pada praktiknya siswa SMP masih menghadapi kesulitan dalam memahami isi teks secara kritis dan kontekstual. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan media pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan perkembangan teknologi serta budaya lokal. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan guru, siswa, dan kurikulum sebagai dasar pengembangan Flipbook Augmented Reality (AR) berbasis kearifan lokal pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan angket terhadap guru serta 31 siswa di SMP Negeri 7 Padang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru masih mengandalkan media konvensional dan membutuhkan inovasi berbasis teknologi yang interaktif, sementara siswa menunjukkan kategori kebutuhan tinggi (78,8%) terhadap media digital yang menarik, mudah diakses, dan kontekstual dengan budaya lokal. Analisis kurikulum juga menunjukkan bahwa pembelajaran membaca artikel ilmiah populer dalam Kurikulum Merdeka telah relevan, tetapi belum sepenuhnya mengintegrasikan nilai kearifan lokal dan teknologi AR. Oleh karena itu, pengembangan Flipbook AR menjadi langkah penting dalam mewujudkan pembelajaran yang bermakna, interaktif, dan berbasis budaya, sekaligus menjadi landasan bagi tahap Design dan Development dalam model ADDIE.
Copyrights © 2026