Penelitian ini menguji dinamika ekspansi multinasional Hyundai Motor Group (HMG) ke pasar otomotif Eropa Timur pada tahun 2023, menggunakan lensa Dunning’s Eclectic Paradigm (OLI Framework) yang diperluas dengan analisis resistensi kultural. Meskipun kerangka OLI secara efektif menjelaskan insentif dasar bagi Investasi Luar Negeri Langsung (FDI), studi ini berargumen bahwa efektivitas penerjemahan Keunggulan OLI tersebut sangat bergantung pada interaksi dengan preferensi dan resistensi kultural lokal. Secara metodologis, penelitian ini mengadopsi pendekatan studi kasus tunggal kualitatif-deskriptif dengan fokus pada operasi HMG di Republik Ceko dan Slovakia, didukung oleh analisis data penjualan, laporan industri, dan studi persepsi konsumen sepanjang tahun 2023. Temuan utama menunjukkan bahwa Keunggulan Kepemilikan (O) HMG – khususnya dalam teknologi EV dan value proposition – awalnya menghadapi skeptisisme merek. Resistensi ini secara signifikan dimoderasi oleh Fenomena 'K-Auto' yang merupakan spillover dari Korean Wave. Peningkatan soft power Korea Selatan mengubah persepsi konsumen, mentransformasikan merek HMG menjadi simbol desain modern dan inovasi global. Kesimpulannya, studi ini memperluas OLI Framework dengan menempatkan dimensi kultural sebagai variabel penting dalam Keunggulan Lokasi (L) yang harus diinternalisasi (I) agar FDI dapat berhasil.
Copyrights © 2026