Keterbatasan lahan urban dan semi-urban menjadi tantangan signifikan bagi ketahanan pangan dan Pembangunan Berkelanjutan. Penelitian ini mengusulkan model inovatif integrasi Arsitektur Hijau dan EduAgrowisata untuk memaksimalkan potensi pertanian lahan terbatas di tepi Sungai Pesanggrahan, Sawangan. Arsitektur Hijau diaplikasikan untuk menciptakan fasilitas pertanian yang efisien, adaptif, dan berkelanjutan. Integrasi ini bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian di lahan sempit sekaligus mentransformasi lokasi menjadi destinasi EduAgrowisata yang menarik. Destinasi ini akan menawarkan pengalaman belajar langsung mengenai teknologi pertanian berkelanjutan, konservasi lingkungan, dan potensi ekonomi kreatif lokal. Metodologi menggunakan studi kasus mendalam, menggabungkan analisis literatur, survei tapak, dan analisis konseptual. Fokusnya adalah pemetaan sinergi antar konsep Arsitektur Hijau, EduAgrowisata, dan karakteristik lahan terbatas di tepi Sungai Pesanggrahan di Sawangan, serta identifikasi strategi perancangan responsif. Hasil menunjukkan model ini menciptakan nilai ekonomi (pertanian, pariwisata), ekologi (konservasi, efisiensi sumber daya), dan edukasi (pengetahuan, kesadaran publik) secara simultan. Inovasi ini menjadi solusi pertanian lahan terbatas yang resilien, adaptif, dan berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Model ini berimplikasi pada perumusan kebijakan pertanian urban visioner dan desain ruang publik edukatif yang fungsional serta estetis di area tepi sungai
Copyrights © 2025