Media sosial mempermudah komunikasi, tetapi juga menjadi saluran utama penyebaran hoaks dan hate speech yang berdampak pada kohesi sosial, stabilitas politik, dan kesehatan psikologis masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi penanggulangan hoaks dan hate speech melalui literasi digital, regulasi konten, dan peran aktif masyarakat dalam memverifikasi informasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dari jurnal, laporan resmi, dan penelitian terdahulu terkait fenomena ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebaran hoaks dan hate speech dipengaruhi oleh rendahnya literasi digital, algoritma platform yang menonjolkan konten viral, serta faktor sosial dan psikologis pengguna. Strategi penanggulangan meliputi edukasi literasi digital, penggunaan situs cek fakta resmi, regulasi konten oleh pemerintah dan platform, serta peningkatan kesadaran masyarakat untuk berpikir kritis sebelum membagikan informasi. Penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, platform digital, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan bertanggung jawab.
Copyrights © 2025