Artikel ini dilatarbelakangi oleh peran vital sarana dan prasarana sebagai faktor lingkungan yang membentuk perilaku belajar, meskipun dalam praktiknya masih terhambat oleh anggaran dan kompetensi manajerial. Artikel ini bertujuan menganalisis secara teoritis hubungan pengelolaan fasilitas tersebut dengan efektivitas pembelajaran. Menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur, ditemukan bahwa pengelolaan sistematis berbasis fungsi manajemen dengan dukungan teori ekologi serta konstruktivisme mampu menciptakan mikrosistem belajar yang optimal. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketersediaan fisik yang memadai dapat memberikan kontribusi keberhasilan belajar secara efektif. Disimpulkan bahwa efektivitas pembelajaran merupakan hasil sinergi antara standar fasilitas pemerintah, manajemen operasional yang rapi, serta adaptasi terhadap teknologi digital.
Copyrights © 2026