Transformasi kawasan Blok M sebagai bagian dari pembangunan kota Jakarta memunculkan dinamika sosial ekonomi yang kompleks. Kenaikan harga sewa dan relokasi pedagang dari Blok M Plaza 2 ke Blok M Hub menimbulkan perdebatan antara modernisasi kota dan keberlanjutan usaha kecil. Dalam konteks tersebut, media memiliki peran penting dalam membentuk persepsi publik terhadap arah pembangunan dan nasib pelaku UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana media daring Kompas.com dan Liputan6.com membingkai isu tersebut melalui pendekatan framing Robert N. Entman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis framing terhadap dua berita digital yang diterbitkan pada September 2025. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, pembacaan mendalam teks berita, pengkodean berdasarkan empat elemen framing Entman (define problems, diagnose causes, make moral judgment, dan suggest remedies), serta interpretasi hasil secara komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompas.com menyoroti isu Blok M sebagai ketimpangan kebijakan publik, sementara Liputan6.com lebih menonjolkan narasi kemanusiaan dan harapan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa media berperan strategis dalam membentuk pemahaman publik mengenai pembangunan kota kreatif dan keberlanjutan sosial.Kata kunci - Blok M, framing, Kompas, Liputan 6, UMKM
Copyrights © 2025