cover
Contact Name
Muhammad Asmar
Contact Email
sendamas@uai.ac.id
Phone
+6285210479291
Journal Mail Official
sendamas@uai.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Al Azhar Indonesia, Lt. 2. Ruang 207 Kompleks Masjid Agung Al Azhar, Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12110 Telp : 021 727 92753, 724 4456 ext 2012 Fax : 021 7244767 email : lp2m@uai.ac.id
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS)
ISSN : -     EISSN : 29858747     DOI : http://dx.doi.org/10.36722/psn.v3i1.2391
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (Sendamas) mempublikasikan naskah artikel yang bertemakan*, namun tidak terbatas pada:* 1. Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan 2. Layanan Msyarakat, orang - orang, ketahanan pangan lokal 3. Pelatihan, Pemasaran, Teknologi Tepat Guna 4. Pemberdayaan Masyarakat, Akses Sosial 5. Layanan Komunitas Mahasiswa 6. Wilayah Perbatasan, Wilayah Kurang Maju
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 149 Documents
Pendidikan Gizi Menggunakan Emotion-Demonstration (Emo-Demo) kepada Ibu Baduta di Posyandu Wortel 2 Pesanggrahan Jakarta Selatan Palupi, Kirana Ayu; Umami, Zakia; Rahmwati, Lusi Anindia; Ramadhayanti, Annisa Rizky; Komala, Euis Ratna; Ekaroza, Aisyami Jasmine; Masnun, Siti Fatimah
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 3, No 1 (2023): Desember 2023
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v3i1.2534

Abstract

Kurangnya pengetahuan ibu terkait pemberian MP-ASI yang benar menyebabkan pemberian MP-ASI kurang optimal. Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam pemberian MP-ASI adalah tekstur makanan. Ibu baduta perlu mendapatkan edukasi secara langsung, karena ibu merupakan figur utama dalam keputusan untuk memberikan MP-ASI pada anak. Metode pendidikan gizi yang digunakan yaitu metode Emo-Demo pada Modul MP-ASI-ku yang diaplikasikan berdasarkan modul Emo-Demo dan dilengkapi dengan materi dari buku Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) dari Kementerian Kesehatan.Tahapan pelaksanaan program pendidikan gizi terbagi atas beberapa tahapan meliputi pretest, penyampaian materi MP-ASI, demonstrasi tekstur MP-ASI, dan posttest. Hasil program pendidikan gizi yang telah dilaksanakan menyatakan bahwa berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji Wilcoxon diketahui bahwa ada perbedaan rata-rata antara hasil pretest dengan posttest pengetahuan gizi ibu baduta tentang tekstur MP-ASI (p=0,00) dan ada perbedaan rata-rata antara hasil pre-test dan post-test sikap gizi ibu baduta tentang tekstur MP-ASI (p=0,00), yang artinya ada pengaruh dari pendidikan gizi menggunakan media emodemo modul MP-ASI-ku terhadap pengetahuan dan sikap gizi ibu baduta di Posyandu Wortel 2 Pesanggrahan. Kata Kunci: Baduta, Emo demo, MP-ASI, Pendidikan Gizi, Tekstur MP-ASI-ku
Upaya Peningkatan Pengetahuan tentang Perilaku Seksual Berisiko dengan Kombinasi Focus Group Discussion dan Studi Kasus pada Kelompok Remaja Laki-Laki di Pondok Pesantren Fajar Cendekia Lukman Handoyo; T. Widya Naralia; Diksi Hera Berliana; Tegar Aco Ismail; Fadhlurrohman Siroj
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 2, No 1 (2022): Desember 2022
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v2i1.1577

Abstract

 Perilaku seksual berisiko merupakan perilaku destruktif yang dapat mengganggu dan berdampak negatif pada sistem kesehatan remaja secara menyeluruh. Perilaku seksual berisiko cenderung lebih banyak diterapkan oleh laki-laki daripada perempuan. Guna mencegah hal tersebut, remaja laki-laki perlu meningkatkan pengetahuannya sebagai dasar dalam memproteksi diri dari perilaku seksual berisiko. Di Pondok Pesantren Fajar Cendekia, Bekasi, sebagian besar remaja laki-lakinya memiliki tingkat pengetahuan tentang perilaku seksual berisiko yang rendah. Tujuan program ini adalah untuk memberikan pengetahuan pada kelompok remaja laki-laki di Pondok Pesantren Fajar Cendekia. Metode yang digunakan adalah kombinasi focus group discussion dengan studi kasus. Setelah kegiatan dilakukan, terjadi peningkatan rata-rata skor pengetahuan sebesar 14 poin. Hal ini memberikan makna bahwa metode kombinasi focus group discussion dengan studi kasus dapat berperan dalam meningkatkan pengetahuan remaja laki-laki tentang perilaku seksual berisiko. Diharapkan tenaga kesehatan yang memiliki peran khusus dan kuat sebagai edukator (seperti perawat komunitas) dapat mempertimbangkan pendekatan gender ketika ingin memberikan paparan pengetahuan pada sasaran agar metode dan strateginya tepat dan sesuai. Kata kunci: Edukasi, Focus Group Discussion, Perilaku Seksual Berisiko, Remaja Laki-Laki, Studi Kasus
Penyuluhan Bisnis Kuliner Khas Tiongkok Sebagai Usaha Mandiri Yayasan Panti Asuhan Al-Mubarokah Anitasa Dewi; Sandra Herlina; Arghya Ifada Acromita; Gieniung Pratidina Barazaki
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 2, No 1 (2022): Desember 2022
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v2i1.1641

Abstract

Pandemi COVID-19 mengakibatkan banyak hal, salah satunya krisis ekonomi. Hal ini menimbulkan kesulitan bagi banyak pihak, seperti yayasan sosial. Dan salah satunya adalah Yayasan Panti Asuhan Al Mubarokah. Dampak yang dialami Panti Asuhan Al Mubarokah adalah berkurangnya jumlah donatur dan minimnya pemasukan yayasan. Salah satu alternatif yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan membuat usaha kuliner Tiongkok yang akan dilakukan oleh ibu-ibu pengurus Panti Asuhan Al Mubarokah. Namun, sebagian besar dari ibu-ibu tersebut tidak mengenal masakan khas Tiongkok yang dapat digemari oleh masyarakat yang bahan-bahan olahannya, bumbunya dan cara memasaknya dibuat secara halal. Oleh karena itu, program pengabdian masyarakat ini dibuat untuk membantu ibu-ibu Panti Asuhan Al-Mubarokah melalui penyuluhan membuat usaha dan bisnis kuliner Tiongkok. Sehingga, ibu-ibu Panti Asuhan Al-Mubarokah dapat membuat usaha kuliner Tiongkok dan yayasan mendapatkan solusi untuk pemasukan kas panti asuhan selama COVID-19 dengan membuat usaha kuliner Tiongkok.Kata Kunci:  COVID-19, Panti Asuhan Al-Mubarokah, Usaha kuliner Tiongkok
Upaya Pencegahan Stunting Melalui Program Terintegrasi “Beli Lanting: Bersama Lingkungan Lawan Stunting” di Desa Ciledug, Kabupaten Bekasi Adhanuraina, Annisa; Kamilah, Dhiya Zahra; Komala, Euis Ratna; Sabrina, Putri Nur; Masnun, Siti Fatimah; Rahmawati, Lusi Anindia
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 3, No 1 (2023): Desember 2023
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v3i1.2483

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi yang dapat menghambat tumbuh kembang anak. Desa Ciledug termasuk area dengan lokus stunting, yaitu masih terdapat 8 orang balita stunting. Hal ini dikarenakan salah satunya akibat pola asuh yang kurang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan dan remaja serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan terkait peningkatan pola asuh anak di tingkat desa untuk memutus rantai stunting di Desa Ciledug. Metode pendekatan yang dilakukan adalah Training of Trainer (TOT) yaitu memberikan edukasi mengenai gizi seimbang dan pencegahan stunting kepada kader untuk selanjutnya disebarluaskan kepada ibu hamil dan calon pengantin. Penilaian keberhasilan program dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test. Intervensi pendidikan gizi dilaksanakan dengan menggunakan poster "Stunting" dan leaflet "Gizi Calon Pengantin (Gizi Catin)". Analisis data dengan menggunakan uji paired T-Test. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan gizi sasaran sebelum (pre) dan sesudah (post), yaitu sasaran yang memiliki gizi baik meningkat dari yang sebelumnya 14 orang menjadi 15 orang. Berdasarkan hasil uji Paired T-Test, rerata pengetahuan gizi, diketahui bahwa nilai p adalah sebesar 0,001(p< 0,05). Terdapat pengaruh dari pendidikan gizi melalui Program "Beli Lanting" terhadap pengetahuan kader posyandu, ibu hamil (bumil), dan calon pengantin (catin).Kata kunci: Stunting, Calon Pengantin, Edukasi Gizi, Gizi Seimbang
Penguatan Pemahaman HAM Terhadap Anak Sebagai Upaya Penanggulangan Tindak Pidana Oleh Anak Farhani, Siti; Sudiro, Amoury Adi; Khutub, Muhammad; Zidni, Muhammad Fakhar
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 3, No 1 (2023): Desember 2023
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v3i1.2570

Abstract

Kejahatan yang dilakukan oleh anak mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hal ini sungguh meresahkan masyarakat, fenomena ini harus segera ditanggulangi sehingga tujuan dari penelitian ini adalah agar anak-anak yang berkonflik dengan hukum dapat segera ditangani dengan penanganan yang serius untuk mencegah keberlanjutan anak yang berhadapan dengan hukum. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif, yaitu mengumpulkan data-data yang ada kemudian dikaitkan dengan peraturan dan norma-norma yang ada dalam masyarakat, salah satunya mengenai kurangnya sosialisasi dan penerapan nilai-nilai hak asasi manusia terhadap anak. Hasil penelitian menunjukkan penerapan nilai-nilai hak asasi manusia terhadap anak merupakan hal yang penting dikarenakan anak akan memahami apa yang dimaksud dengan hak dan kewajiban, anak juga akan didorong mengenai pengetahuan dalam bersosialisasi di dalam lingkungan bermasyarakat, anak juga dapat melindungi dirinya dari hal-hal negatif yang terdapat dalam pergaulan bermasyarakat. Penelitian selanjutnya akan dilakukan pelaksanaan sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya penerapan pemahaman hak asasi manusia oleh anak, sehingga anak paham dan diharapkan dapat menurunkan angka anak yang berkonflik dengan hukum.Kata Kunci - Hak Anak, Hukum dan HAM, Tindak Pidana, Kenakalan Anak, Tindak Pidana Anak
Pengasuhan Positif untuk Meningkatkan Kesadaran Pengasuhan Anak di Era Digital pada Orang Tua di Desa Pasirtanjung, Tanjungsari, Bogor Ernita Zakiah; Zarina Akbar; Mauna Mauna
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 2, No 1 (2022): Desember 2022
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v2i1.1544

Abstract

Era digital yang berkembang pesat membuat berbagai aktivitas kehidupan menjadi lebih mudah, salah satunya dengan penggunaan media digital seperti gawai. Selain bermanfaat, penggunaan gawai juga memiliki risiko yang negatif, terutama bagi anak-anak. Dampak negatif di antaranya yaitu pribadi anak menjadi tertutup, mudah menirukan adegan berbahaya, serta kecanduan bermain permainan. Paparan terhadap dunia digital juga dirasakan oleh orang tua di Desa Pasirtanjung. Mereka mengungkapkan kesulitan mengasuh anak di era digital. Tidak jarang orang tua belum memiliki pemahaman pentingnya pengasuhan positif dalam mengoptimalkan tumbuh kembang anak di era digital. Maka, hal ini cukup penting untuk dilakukan program psikoedukasi kepada orangtua tentang upaya peningkatan kualitas pengasuhan orangtua terhadap anak melalui metode pengasuhan positif orang tua pada era digital di Desa Pasirtanjung, Kabupaten Bogor. Dengan dilakukannya program psikoedukasi ini, orang tua memiliki wadah dan ruang untuk memahami tentang pengasuhan positif di era digital, serta berbagi pengalaman dan berdiskusi tentang pengasuhan anak sehari-hari. Program psikoedukasi ini mengajarkan tentang pengasuhan positif, penerapan dan cara-cara yang tepat untuk melakukan pengasuhan positif di era digital, serta manfaatnya dengan dibantu pemberian media leaflet, pengisian tes, dan poster. Kata kunci: Era digital, Kesadaran pengasuhan anak, Pengasuhan positif
Peningkatkan Kemampuan Guru Dalam Memanfaatkan Media Main Numerika Untuk Mendukung Kemampuan Kognitif Anak Usia Dini Fidesrinur Fidesrinur; Nila Fitria; Zahrina Amelia
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 2, No 1 (2022): Desember 2022
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v2i1.1628

Abstract

Tuntutan orang tua saat memasukkan anak kedalam PAUD agar anak mereka dapat memiliki kemampuan  membaca, menulis, dan berhitung. Sehingga kegaiatan yang dilakukan oleh guru PAUD yaitu kegiatan yang melatih kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Namun, lokasi PAUD dan kompetensi yang dimiliki guru dapat mempengaruhi proses belajar mengajar di satuan PAUD. Berdasarkan permasalahan di atas dapat dilihat bahwa media yang dibutuhkan guru yaitu media konkret, sehingga bentuk solusi yang ditawarkan adalah pelatihan dan workshop dengan materi pembuatan media numerika bagi anak. Sehingga guru dapat menerapkan media pembelajaran yang sudah dibuat kepada anak dengan maksimal dan dapat menumbuhkan keaktifan anak dalam melakukan pembelajaran Metode yang digunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain pretest- posttest control group design. Dilakukan dengan melakukan pengukuran (pretest) sebelum kegiatan dan (post test) dengan memberikan intervensi. Setelah dilaksanakannya kegiatan pengabdian masyarakat ini mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pendampingan dan evaluasi. Adanya program pengabdian masyarakat ini diharapkan Guru PAUD dapat memanfaatkan dan membuat media yang lebih baik untuk kedepannya untuk di terapkan kepada anak-anak agar dapat mengembangkan kognitifnya lebih maksimal serta efektif. Kata kunci: Numerik, Media Pembelajaran, AUD
Communicative Teaching for Elementary Students with “Like and Dislike” Minigame Adrimurlan, Raditya Daffa; Iskandar, Farhan Alfarizi; Mahendro, Rasika Tasdyatta; Bawarti, Era; Hadiyansyah, Dhuha; Herwandar, Ria
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 3, No 1 (2023): Desember 2023
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v3i1.2477

Abstract

The activities of the National Movement for Mental Revolution (GNRM) are located at Al Fityan School Tangerang. These activities aim to introduce teaching and learning by using CLT or the Communicative Language Teaching method through mini-games. The main problem is that elementary students require more fun in teaching due to their changing moods and mental states to absorb experiences and knowledge. We handled the 4th-grade elementary school students, all of them were boys. The teaching was focused on various topics, however, this paper was focused on “like and dislike”, knowing that children tend to express their moods and feelings. This activity was based on 28 samples based on questionnaires collected from students. The findings show that students were able to express themselves when mentioning two things (what do they like and what don’t they like) with proper vocabulary and grammarKeywords: Elementary School, Qualitative, CLT, Like, and Dislike
Analisis Ketahanan Keluarga Terhadap Stunting Anak Usia 3-5 Tahun di Posyandu Bangau Putih Kota Depok Suwardi, Suwardi; Rahmawati, Siti; Nurlela, Novi; Salsabila, Hana
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 3, No 1 (2023): Desember 2023
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v3i1.2544

Abstract

Abstrak – UNICEF menyatakan Indonesia menduduki peringkat kelima dari berbagai negara di seluruh dunia dengan jumlah stunting terbesar. Stunting merupakan permasalahan gizi yang sudah mendunia, yaitu sebuah kondisi tubuh yang mengalami kegagalan tumbuh akibat adanya kekurangan gizi kronis pada balita sehingga menyebabkan anak tumbuh dengan tubuh terlalu pendek dari standar WHO. Sebanyak kurang lebih 165 juta balita yang ada di dunia mengalami kondisi pendek (stunting). Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa ketahanan keluarga terhadap stunting dan pengetahuan keluarga serta Lembaga Pendidikan terhadap pencegahan dan sosialisasi stunting. Penelitian ini dilakukan di Posyandu Bangau Putih Kota Depok dengan partisipan pengurus posyandu dan orang tua berjumlah 5 orang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif pendekatan fenomonologi. Hasil penelitian menunjukkan kurangnya kesadaran dan penerimaan bahwa anak terindikasi mengalami stunting. Hal ini terbukti hanya ada 1 dari 3 keluarga yang terindikasi stunting per laporan bulan Juni-Juli 2023 yang dapat menerima keadaan tersebut.Kata Kunci - Ketahanan Keluarga, Stunting, Anak Usia Dini
Pemanfaatan Media Sosial Antenatal Care Terpadu sebagai Tools KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) pada Puskesmas Purwokerto Utara II Prita Suci Nurcandrani; Yusyida Munsaidah; Pundra Rengga Andhita; Ayu May Lisa
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 2, No 1 (2022): Desember 2022
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v2i1.1425

Abstract

Kebutuhan informasi mengenai Antenatal Care (ANC) atau Pemeriksaan Kehamilan yang cepat, akurat, dan mudah diakses semakin dibutuhkan oleh ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kehamilan sedini mungkin di Puskesmas. Media teknologi informasi yang sudah digunakan oleh Puskesmas, bidan, dan ibu hamil adalah Instagram, namun pengelolaannya dalam memberikan informasi dan edukasi mengenai program ANC belum optimal. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengedukasi ibu hamil mengenai program ANC Terpadu serta meningkatkan pengelolaan media sosial Instagram di Puskesmas Purwokerto Utara II dalam mengampanyekan program ANC. Hasilnya menunjukkan bahwa pemanfaatan media sosial Instagram dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai pemeriksaan kehamilan. Dengan demikian, ibu hamil menjadi lebih peduli terhadap kehamilannya dengan memaksimalkan penggunaan fitur Instagram, seperti tampilan unggahan (feeds), caption, hashtag, reels dan fitur kolaborasi akun. Selain itu, waktu posting juga penting dalam pengelolaan Instagram untuk menaikkan engagement.Kata kunci: ANC, Instagram, Media Sosial, Puskesmas

Page 1 of 15 | Total Record : 149