Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh stres kerja terhadap turnover intention dengan work–life balance sebagai variabel pemediasi pada karyawan Generasi Z di PT. X. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksplanatori. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert 1–5 dan dianalisis menggunakan analisis jalur (path analysis) untuk menguji pengaruh langsung dan tidak langsung antarvariabel. Populasi penelitian berjumlah 16.722 karyawan Generasi Z, dengan sampel sebanyak 430 responden yang ditentukan melalui teknik purposive sampling dan perhitungan rumus Slovin pada tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap work–life balance. Stres kerja juga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention, sementara work–life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention. Selain itu, work–life balance terbukti memediasi secara parsial pengaruh stres kerja terhadap turnover intention dengan kekuatan mediasi yang lemah. Temuan ini menunjukkan bahwa turnover intention tidak hanya dipengaruhi oleh stres kerja dan work–life balance, tetapi juga oleh faktor lain di luar model penelitian.
Copyrights © 2026