Anak usia dini memiliki rentang konsentrasi yang pendek, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang mampu membantu mereka mempertahankan fokus selama kegiatan belajar. Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan teknik ice breaking dalam meningkatkan konsentrasi anak usia 2–3 tahun di SPS Al-Wildan Manyarsidomukti. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan observasi dan dokumentasi terhadap dua anak sebelum dan sesudah kegiatan ice breaking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ice breaking belum memberikan peningkatan konsentrasi yang berarti. Anak masih menunjukkan perilaku kurang fokus, mudah bosan, serta belum mampu mengikuti instruksi dan gerakan secara konsisten. Temuan ini menunjukkan bahwa ice breaking yang digunakan belum sesuai kebutuhan anak usia 2–3 tahun dan perlu disesuaikan agar mampu mendukung kesiapan belajar mereka.
Copyrights © 2025