Perhutanan Sosial Skema HKm merupakan bentuk pemberian akses legal kepada masyarakat sekitar hutan bertujuan untuk melestarikan Kawasan hutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana efektivitas program Perhutanan Sosial skema HKm pada KTH Mandiri dan Kasih Setia di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Bifemnasi Sonmahole dinilai dari aspek sosial dan ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Aspek yang dianalisis meliputi kelola kelembagaan, kelola kawasan, dan kelola usaha sebagai bagian dari aspek sosial, serta kontribusi ekonomi hasil HKm terhadap pendapatan anggota KTH sebagai bagian dari aspek ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas aspek sosial di KTH Mandiri dan Kasih Setia untuk kelola kelembagaan KTH Mandiri (76,05%) dan KTH Kasih Setia (81,75%) termasuk kategori efektif. Kelola Kawasan KTH Mandiri (63,89%) dan KTH Kasih Setia (70,61%) termasuk kategori cukup efektif. Selanjutnya kelola usaha KTH Mandiri (72,48%) dan KTH Kasih Setia (74,61%) termasuk kategori cukup efektif. Dalam aspek ekonomi, kontribusi hasil HKm terhadap pendapatan anggota cukup signifikan, yaitu KTH Mandiri sebesar Rp 77.740.000/tahun dan KTH Kasih Setia sebesar Rp 82.200.000/tahun, dengan komoditas unggulan Jambu mete (Anacardium occidentale) dan Kemiri (Aleurites moluccana).
Copyrights © 2025