E-sport telah menjadi perhatian utama karena aktivitasnya meningkat pesat di kalangan remaja. Namun, kehadirannya dalam sistem pendidikan, terutama dalam PJOK, masih diperdebatkan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana guru PJOK memaknai e-sport dalam konteks pembelajaran. Secara khusus, penelitian ini mengeksplorasi pengetahuan guru tentang e-sport, persepsi mereka terkait e-sport sebagai olahraga, nilai edukatif yang mungkin terkandung di dalamnya, potensi risiko, serta strategi implementasi yang relevan di lingkungan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap sampel guru PJOK SMA Negeri di Mojokerto. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara semi-terstruktur, sementara analisis data dilakukan menggunakan metode analisis tematik Braun dan Clarke. Analisis data hasil wawancara dalam penelitian ini di analisis menggunakan program atlas.ti. Hasil penelitian mengidentifikasi lima tema utama: tingkat literasi guru tentang e-sport, perdebatan tentang legitimasi e-sport sebagai olahraga, peluang pengembangan karakter melalui e-sport, kekhawatiran terhadap kecanduan dan minimnya aktivitas fisik, serta alternatif strategi integrasi e-sport dalam pembelajaran maupun ekstrakurikuler. Kesimpulan menunjukkan bahwa guru pada umumnya melihat e-sport memiliki potensi edukatif, tetapi tidak layak dijadikan bagian inti kurikulum PJOK. Sebaliknya, e-sport lebih tepat difasilitasi sebagai kegiatan ekstrakurikuler dengan pengawasan yang kuat. Temuan ini memberikan implikasi bagi pengembangan kebijakan kurikulum dan pelatihan guru dalam menghadapi transformasi digital di sekolah
Copyrights © 2025