Desa Kuranji merupakan salah satu desa pesisir yang terletak di Kecamatan Labu Api, Kabupaten Lombok Barat. Sebagian besar penduduk desa ini bermata pencaharian sebagai nelayan dan petani. Salah satu isu utama yang dihadapi masyarakat, khususnya kelompok wanita pesisir, adalah belum adanya upaya pengelolaan limbah hasil tangkapan nelayan secara produktif. Limbah seperti air limbah ikan, sisik, tulang, kulit ikan dibuang begitu saja di sekitar rumah atau ke saluran air di pemukiman. Hal ini akan menimbulkan pencemaran lingkungan dan dan menjadi sumber penyakit serta mengganggu kenyamanan warga dan wisatawan. Limbah air ikan memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai guna tinggi, seperti pupuk organik cair (POC). Sebagian besar kelompok wanita belum pernah mendapatkan pelatihan kewirausahaan, pengolahan limbah, maupun pemasaran produk olahan. Padahal, secara sosial, kelompok ini memiliki semangat yang tinggi untuk belajar dan meningkatkan pendapatan keluarga. Program pengabdian kepada masyarakat di Desa Kuranji, Lombok Barat, bertujuan meningkatkan kapasitas kelompok wanita pesisir dalam mengolah limbah hasil tangkapan nelayan menjadi pupuk organik cair (POC) bernilai ekonomis dan ramah lingkungan. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi masalah, sosialisasi, pelatihan teknis fermentasi berbahan lokal, hingga pendampingan produksi. Hasilnya, kelompok mampu memproduksi POC secara mandiri, menerapkan pencatatan keuangan sederhana, memperbaiki kemasan dan label. Inovasi ini terbukti mengurangi pencemaran lingkungan, menambah pendapatan rumah tangga, dan menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai ekonomi sirkular, sehingga dapat direplikasi di wilayah pesisir lain sebagai model pemberdayaan berkelanjutan.
Copyrights © 2025