Revitalisasi Citra Niaga Samarinda merupakan upaya Pemerintah Kota Samarinda untuk mengembalikan fungsi Citra Niaga sebagai ruang publik yang inklusif, sebagaimana kejayaannya pada era 1990-an. Program ini dilaksanakan sebagai respons terhadap menurunnya daya tarik Citra Niaga, baik sebagai kawasan wisata maupun ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui opini publik terhadap revitalisasi Citra Niaga. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Analisis penelitian menggunakan teori Spiral of Silence serta konsep pembentuk opini publik dari Renald Kasali yang mencakup aspek cognition, affection, dan behavior. Hasil penelitian menunjukkan bahwa opini publik terhadap revitalisasi Citra Niaga cenderung mengikuti arus opini dominan di masyarakat, sesuai dengan asumsi teori Spiral of Silence. Publik memahami revitalisasi sebagai upaya perbaikan kawasan, meskipun pemahaman tersebut hanya berada pada tataran dasar dan belum menyentuh arah jangka panjang maupun dampak terhadap aktivitas perdagangan. Publik menunjukkan reaksi emosional yang positif karena revitalisasi dinilai mampu menghidupkan kembali eksistensi kawasan, meskipun terdapat kekecewaan terkait aspek-aspek penting yang tidak dipenuhi, seperti kebutuhan pendampingan usaha. Selanjutnya, publik menunjukkan dukungan melalui kepatuhan terhadap arahan pengelola, menjaga kebersihan kawasan,, serta perilaku pengunjung yang turut merekomendasikan Citra Niaga melalui media sosial. Secara keseluruhan, opini publik terhadap revitalisasi Citra Niaga bersifat positif, namun diiringi dengan kritik yang tidak sepenuhnya diungkapkan secara terbuka.
Copyrights © 2026