Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental pretest-posttest control group untuk menganalisis efektivitas penggunaan blog dan media sosial dalam meningkatkan keterampilan menulis akademik mahasiswa Universitas Hamzanwadi. Sebanyak 70 mahasiswa berpartisipasi, terdiri atas kelas eksperimen (n = 35) yang mengikuti pembelajaran menulis berbasis blog dan media sosial, serta kelas kontrol (n = 35) yang menggunakan metode konvensional. Pembelajaran pada kelas eksperimen dilaksanakan melalui enam tahap proses menulis, yaitu pramenulis, drafting, peer review, revisi, editing, dan publikasi digital, dengan integrasi umpan balik dari dosen dan rekan sejawat. Data diperoleh melalui tes menulis akademik dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, paired sample t-test, dan independent t-test, dengan uji prasyarat normalitas (Shapiro-Wilk) dan homogenitas (Levene). Ukuran efek dihitung menggunakan Cohen’s d untuk menilai kekuatan pengaruh. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh variabel (p < 0,05). Skor rata-rata kelas eksperimen meningkat dari 70,6 menjadi 86,7, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 69,8 menjadi 77,2. Peningkatan terbesar terjadi pada kreativitas menulis (+16,8 poin), diikuti koherensi (+15,6) dan diksi (+14,9). Nilai Cohen’s d = 0,82 mengindikasikan efek besar penggunaan blog dan media sosial terhadap kemampuan menulis akademik. Refleksi mahasiswa mendukung hasil kuantitatif, memperlihatkan bahwa pembelajaran digital mendorong kebiasaan menulis reflektif, komunikatif, dan berorientasi pada integritas akademik serta memperkuat literasi digital sebagai kompetensi abad ke-21.
Copyrights © 2026