Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

ANALISIS STRUKTUR BATIN DAN FISIK PUISI “SUBUH: WAKTU YANG DIRAYAKAN KOKOK AYAM” Irfan, Moh.; Wijaya, Herman; Mas'ud, Lalu
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 2 (2020): May 2020
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.521 KB) | DOI: 10.26499/bahasa.v2i2.71

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan struktur batin dan fisik puisi Analisis Struktur Batin dan Fisik Puisi Subuh: Waktu yang Dirayakan Kokok Ayam karya ahmad nasrullah menggunakan kajian struktural. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah setiap diksi yang mengandung unsur structural batin dan fisik puisi Subuh: Waktu yang Dirayakan Kokok Ayam. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis interaktif meliputi, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Berdasarkan hasil analisis puisi berjudul Subuh: Waktu yang Dirayakan Kokok Ayam karya ahmad Nasrullah ditemukan unsur batin yaitu bertemakan kelebihan waktu subuh, penyair priahatin pada orang yang tidak memanfatkan waktu subuh, dan amanatnya memanfaatkan waktu subuh dengan baik. Sedangkan unsur fisiknya yaitu diksi pilihan yang mampu memegis pembacanya, imaji yang terdapat pada puisi tersebut yaitu imaji gerak, suhu, penglihatan, sementara majas yaitu personifikasi dan hiperbola, rima dan ritma berbentuk interen pola bunyi yakni unsur pengulangan dan persamaan bunyi baik itu konsonan atau vocal, sedangkan tipografi menggunakan puisi modern.  
Urgensi Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) sebagai Edukasi Wisatawan Asing di Lombok Al-Pansori, Muh. Jaelani; Mas'ud, Lalu; Nurmayani, Eva
Asas: Jurnal Sastra Vol 13, No 2 (2024): ASAS : Jurnal Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ajs.v13i2.61862

Abstract

Salah satu bentuk pariwisata yang telah berkembang secara signifikan di seluruh dunia adalah pariwisata pendidikan. Urgensi Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) sebagai tujuan wisata edukasi yang menawarkan pengalaman pendidikan dibahas dalam penelitian ini. Metodologi penelitian ini adalah kualitatif karena isu-isu yang diteliti menyangkut sikap dan perspektif para pelaku di industri pariwisata dan pendidikan terhadap BIPA sebagai salah satu daya tarik utama Lombok bagi wisatawan asing. Data dikumpulkan dengan mewawancarai sejumlah informan kunci  termasuk:, pengajar BIPA, anggota fakultas yang juga terlibat dalam program internasional, sejumlah individu yang terlibat dalam industri pariwisata, termasuk ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia saat ini dan sebelumnya, pengamat pariwisata, dan akademisi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa BIPA memiliki potensi untuk menjadi salah satu daya tarik utama Lombok bagi para pengunjung yang ingin belajar bahasa Sasak dan Indonesia. 
Innovation in Teaching The General Course of Indonesian Language with a Project-Based Learning Approach at Hamzanwadi University Nurmayani, Eva; Mas'ud, Lalu; Al-Pansori, Muh. Jaelani; Wijaya, Herman
PAEDAGOGIA Vol 27, No 3 (2024): PAEDAGOGIA Jilid 27 No 3 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/paedagogia.v27i3.95239

Abstract

The purpose of the study was to describe the application of the Project-based Learning (PjBL) model as the chosen alternative in relation to the maturation of learners who are oriented toward Indonesian language learning processes and products. The research method used is descriptive qualitative. The research subjects are first-year students of Hamzanwadi University in the academic year 2023/2024. The data sources are the results of performance observations and product portfolios. Data analysis was conducted qualitatively through tabulation and interpretation of General Work Criteria indicators. The results describe the PjBL model through its six steps, and the General Work Criteria (KKU) can help students achieve CPL, as evidenced by the KKU average score of 86. Through the PjBL model, students are able to publish ideas, ideas, knowledge, and research results, and have a working role equal, social sensitivity and concern; apply science and technology; have good morals, ethics, and language personality, and have a role as a proud citizen of the language with an anthology final average score of 86.2 as a final project. Based on these results, it can be concluded that the PjBL model can support the achievement of Indonesian language learning in producing written works and increasing collaboration, social work, and mastery of science and technology.
SASAK LANGUAGE DEIXIS ON MERIAQ-MERIKU DIALECT IN PENUJAK SOCIETY Mas'ud, Lalu; Hilmiyatun, Hilmiyatun; Ernawati, Titin
SEBASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 3 No 2 (2020): SeBaSa
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sbs.v3i2.2755

Abstract

Deixis is defined as a demonstrative pronoun that is used to designate a person, place, and time. The use of deixis is commonly found in the Sasak language of the meriaq-meriku dialect in the community of Penujak village in greetings. This research aims to describe the deixis of the Sasak language of meriaq-meriku dialect in the community of Penujak village. The data of this research are speech descriptions that have been transcribed in the form of speech by speakers and interlocutors. The data were obtained from the community that owns and uses the Sasak language of the meriaq-meriqu dialect, namely Penujak village, Praya Barat sub-district, Central Lombok District. The data were collected using the technique of engaging and speaking without observing (simak bebas libat cakap). To ensure the validity of the research data, triangulation was administered as a comparison of the data with the theory used. The data were analyzed using a separate method in the form of elements of language as the object of research objectives. The deixis found in the community of Penujak village are: personal deixis in the form of; É™ku 'I' , tiang 'I' , itÉ™ 'we', lÉ™pÊŠ?tÉ™ 'we all/together', kÉ™mu 'you', sidÉ™ 'you', and nijÉ™/ijÉ™ 'dia'; place deixis in the form of: ija?/nija?/nini 'this/ here', tÉ™ 'there', tuː 'there (far)', and taoh 'there'; and time deixis in the form of: nani ‘now’, bÉ™rÊŠ? ‘just now’, lawÊŠn ‘later’, É”ne? ‘just’, lÉœma? ‘tomorrow’, uwɪ? 'yesterday', sÉ™nawah 'three days from now', laÉœ? 'first (related to time) ', and Éœra? 'next day (indefinite time) '. The finding of deixis in the meriaq-meriku dialect is a form of identification of the use of the regional language of the Sasak community in Lombok.Keywords: deixis, Sasak language, meriaq-meriku dialect. 
Urgensi Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) sebagai Edukasi Wisatawan Asing di Lombok Al-Pansori, Muh. Jaelani; Mas'ud, Lalu; Nurmayani, Eva
Asas: Jurnal Sastra Vol. 13 No. 2 (2024): ASAS : Jurnal Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ajs.v13i2.61862

Abstract

Salah satu bentuk pariwisata yang telah berkembang secara signifikan di seluruh dunia adalah pariwisata pendidikan. Urgensi Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) sebagai tujuan wisata edukasi yang menawarkan pengalaman pendidikan dibahas dalam penelitian ini. Metodologi penelitian ini adalah kualitatif karena isu-isu yang diteliti menyangkut sikap dan perspektif para pelaku di industri pariwisata dan pendidikan terhadap BIPA sebagai salah satu daya tarik utama Lombok bagi wisatawan asing. Data dikumpulkan dengan mewawancarai sejumlah informan kunci  termasuk:, pengajar BIPA, anggota fakultas yang juga terlibat dalam program internasional, sejumlah individu yang terlibat dalam industri pariwisata, termasuk ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia saat ini dan sebelumnya, pengamat pariwisata, dan akademisi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa BIPA memiliki potensi untuk menjadi salah satu daya tarik utama Lombok bagi para pengunjung yang ingin belajar bahasa Sasak dan Indonesia. 
Relasi Semantik Hiponimik dan Sinonimik Bahasa Sasak Dialek Nggeto-Nggete Fakihuddin, Lalu; Al Pansori, Muh. Jaelani; Mas'ud, Lalu
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 7 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Juli 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i7.4337

Abstract

This study aims to describe the semantic relationships of hyponymy and synonymy in the Sasak language, specifically the nggeto-nggete dialect. The data sample was collected from Wanasaba Village, East Lombok, West Nusa Tenggara. This location was chosen for several reasons: it is one of the oldest villages on Lombok Island, it has a relatively large population, and the dialect variety is well understood by the researcher, who was born and raised there. These factors help minimize errors in understanding, analyzing, and describing the data. The data were collected through direct observation and personal experience. The analysis is based on a theoretical framework of hyponymy and synonymy drawn from selected linguistic experts. The findings indicate that the Sasak language in the nggeto-nggete dialect includes lexical items that demonstrate hyponymic and synonymic relationships. Hyponymic relations in the Sasak language involve not only classifiers and their subordinates but also relationships among the hyponyms themselves. Synonymic relations are found in nouns, verbs, and adjectives, where each class shares general semantic features while maintaining specific semantic distinctions that influence their contextual usage in sentences.
Keterampilan Menyusun dan Menyampaikan Informasi melalui Blog dan Media Sosial sebagai Strategi Pembelajaran Menulis Akademik Mahasiswa Universitas Hamzanwadi Ernawati, Titin; Wijaya, Herman; Mas'ud, Lalu
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4994

Abstract

Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental pretest-posttest control group untuk menganalisis efektivitas penggunaan blog dan media sosial dalam meningkatkan keterampilan menulis akademik mahasiswa Universitas Hamzanwadi. Sebanyak 70 mahasiswa berpartisipasi, terdiri atas kelas eksperimen (n = 35) yang mengikuti pembelajaran menulis berbasis blog dan media sosial, serta kelas kontrol (n = 35) yang menggunakan metode konvensional. Pembelajaran pada kelas eksperimen dilaksanakan melalui enam tahap proses menulis, yaitu pramenulis, drafting, peer review, revisi, editing, dan publikasi digital, dengan integrasi umpan balik dari dosen dan rekan sejawat. Data diperoleh melalui tes menulis akademik dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, paired sample t-test, dan independent t-test, dengan uji prasyarat normalitas (Shapiro-Wilk) dan homogenitas (Levene). Ukuran efek dihitung menggunakan Cohen’s d untuk menilai kekuatan pengaruh. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh variabel (p < 0,05). Skor rata-rata kelas eksperimen meningkat dari 70,6 menjadi 86,7, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 69,8 menjadi 77,2. Peningkatan terbesar terjadi pada kreativitas menulis (+16,8 poin), diikuti koherensi (+15,6) dan diksi (+14,9). Nilai Cohen’s d = 0,82 mengindikasikan efek besar penggunaan blog dan media sosial terhadap kemampuan menulis akademik. Refleksi mahasiswa mendukung hasil kuantitatif, memperlihatkan bahwa pembelajaran digital mendorong kebiasaan menulis reflektif, komunikatif, dan berorientasi pada integritas akademik serta memperkuat literasi digital sebagai kompetensi abad ke-21.
Sasak language speech codes in various communication context: An ethnographic study by Dell Hymes Mas'ud, Lalu; Fakihuddin, Lalu; Wijaya, Herman; Setiyoningsih, Titi
BAHASTRA Vol. 46 No. 1 (2026): BAHASTRA (in-progress)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/bs.v46i1.1788

Abstract

This study reveals the use and negotiation of base alus (BA) and base jamaq (BJ) speech codes in the family, social, economic, and institutional spheres, and describes their sociopragmatic functions and the factors that influence their shifts. The method used was qualitative with an ethnographic approach to communication based on Dell Hymes' SPEAKING model. Data was collected through observation and interviews, analysed through reduction, presentation and conclusion drawing, and validated through triangulation and member checking. The results of the study found that BA persisted as a polite form of speech among the aristocracy in family and social circles. In the economic sphere, BJ–BA is chosen based on social status and closeness, while also regulating the "address of speech". In institutional settings, formal positions can transcend customary norms; the head of a jajar karang school is often addressed as BA, and interactions between teachers and the headmaster tend to use the BA form of address as a sign of respect. Among the younger generation, the use of BA has declined due to the influence of Indonesian and popular language, but it remains prevalent among aristocratic families and institutions that uphold politeness. This study reinforces communication ethnography by positioning code selection as a negotiation of relational power. The uniqueness of this study lies in its cross-domain mapping that links traditional hierarchy and professional hierarchy in the practice of speaking the Sasak language.