Transformasi digital dan meningkatnya tuntutan pelayanan publik menuntut organisasi pemerintah daerah untuk memiliki kinerja pegawai yang optimal. Namun, dalam praktiknya masih dijumpai permasalahan kinerja yang dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan yang kurang adaptif dan tingkat disiplin kerja yang belum konsisten, khususnya pada instansi yang berperan strategis dalam pengelolaan teknologi informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 51 pegawai Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sidoarjo yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert empat poin dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda, didahului dengan uji validitas, reliabilitas, serta uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional dan disiplin kerja masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu, kedua variabel tersebut secara simultan juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, dengan kemampuan model dalam menjelaskan variasi kinerja sebesar 24,3 persen. Temuan ini menegaskan bahwa kinerja pegawai pada organisasi publik tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, tetapi juga oleh kepemimpinan yang inspiratif dan penerapan disiplin kerja yang konsisten. Sinergi antara kepemimpinan transformasional dan disiplin kerja terbukti mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan berorientasi pada pencapaian kinerja. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pimpinan instansi pemerintah daerah untuk memperkuat penerapan kepemimpinan transformasional, membangun budaya disiplin kerja yang berkelanjutan, serta menyempurnakan sistem pengelolaan sumber daya manusia guna meningkatkan kinerja pegawai dan kualitas pelayanan publik.
Copyrights © 2026