Pertumbuhan bulu pada aksila sering kali menimbulkan ketidaknyamanan serta menurunkan rasa percaya diri, terutama dari aspek estetika dan kebersihan. Berbagai metode penghilangan bulu tersedia, namun penggunaan bahan alami menjadi alternatif menarik karena dinilai lebih aman dan minim efek samping. Kunyit (Curcuma longa Linn.) mengandung kurkumin yang memiliki aktivitas antiandrogenik dengan menghambat pengikatan dihidrotestosteron (DHT) pada folikel rambut, sehingga berpotensi menghambat pertumbuhan bulu. Sementara itu, jahe (Zingiber officinale var. amarum) mengandung gingerol yang berperan menekan proliferasi sel papila dermal rambut. Kombinasi ekstrak kunyit dan jahe diperkirakan memiliki efek sinergis sebagai penghambat pertumbuhan bulu aksila. Penelitian ini bertujuan mengetahui formulasi optimal serta mengevaluasi stabilitas fisik sediaan krim aksila yang mengandung ekstrak kunyit dan jahe. Penelitian menggunakan rancangan kuasi-eksperimental dengan tiga variasi formulasi yang memodifikasi konsentrasi emulgator, yaitu asam stearat (10%, 15%, dan 20%) serta trietanolamin (4%, 3%, dan 2%). Evaluasi fisik sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan tipe emulsi, disertai uji stabilitas menggunakan cycling test selama 12 hari. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formulasi memiliki stabilitas fisik yang baik dengan rentang pH aman untuk kulit (4,5–6,5). Viskositas meningkat seiring peningkatan konsentrasi asam stearat, sementara daya sebar dan daya lekat memenuhi standar. Tipe emulsi seluruh formulasi adalah minyak dalam air (M/A). Berdasarkan hasil evaluasi, formulasi II dengan asam stearat 15% dan trietanolamin 3% menunjukkan karakteristik fisik paling optimal dan berpotensi dikembangkan sebagai produk kosmetik herbal.
Copyrights © 2026