Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Dalam Rangka Pencegahan Stunting Tambun, Madschen Sia Mei Ol Siska Selvija Tambun; Irawan, Angga; Aan, Wiliiam; Rosyada, Amrina; Andini, Meliana; Fatimah, Siti; Marisa, Marisa; Sari, Rika Purnama; Situmorang, Anggita Mifrenda; Jesinta, Fetrina; Saputri, Rizki Aprilia; Sari, Yuniar Pusvita
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 3 No 2 (2025): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v3i2.647

Abstract

Pendahuluan: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Kondisi ini dapat menghambat potensi anak secara optimal, baik dari segi kesehatan, pendidikan, maupun produktivitas masa depan. Tujuan: Tujuan dari Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas penyuluhan gizi dalam meningkatkan pengetahuan ibu-ibu di Desa Sungai Batang mengenai pencegahan stunting melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis nugget ikan patin dan tempe. Metode: Metode yang digunakan adalah metode ceramah dan diskusi tanya jawab. Peserta diberi edukasi melalui ceramah, demonstrasi, dan distribusi leaflet. Kegiatan pengabdian ini melibatkan kader posyandu dan ibu-ibu yang memiliki anak balita. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan terkait stunting. Hasil:    Hasil pre-test menunjukkan 40% peserta memiliki pengetahuan rendah tentang pemberian makanan tambahan bergizi. Setelah adanya pemberian edukasi, dari hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan yang mana 85% peserta memahami manfaat protein dari ikan patin dan tempe, serta 90% peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam praktik pembuatan nugget. Simpulan: Pada kegiatan pengabdian ini dapat disimpulkan bahwa peserta yang terdiri dari ibu-ibu, kader posyandu dan juga perangkat desa telah mengetahui pentingnya pengetahuan pencegahan stunting dan juga pemberian makanan tambahan. Dengan adanya kegiatan pengabdian ini, edukasi gizi berbasis ceramah dan demonstrasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan mendorong perubahan perilaku positif terkait pola pemberian makanan kepada anak.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Axillary Krim Ekstrak Kunyit (Curcuma longa Linn.) dengan Kombinasi Jahe (Zingiber officinale) sebagai Penghambat Pertumbuhan Bulu pada Aksila Andini, Meliana; Budi, Setia; Mukti, Yusuf Anggoro
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5588

Abstract

Pertumbuhan bulu pada aksila sering kali menimbulkan ketidaknyamanan serta menurunkan rasa percaya diri, terutama dari aspek estetika dan kebersihan. Berbagai metode penghilangan bulu tersedia, namun penggunaan bahan alami menjadi alternatif menarik karena dinilai lebih aman dan minim efek samping. Kunyit (Curcuma longa Linn.) mengandung kurkumin yang memiliki aktivitas antiandrogenik dengan menghambat pengikatan dihidrotestosteron (DHT) pada folikel rambut, sehingga berpotensi menghambat pertumbuhan bulu. Sementara itu, jahe (Zingiber officinale var. amarum) mengandung gingerol yang berperan menekan proliferasi sel papila dermal rambut. Kombinasi ekstrak kunyit dan jahe diperkirakan memiliki efek sinergis sebagai penghambat pertumbuhan bulu aksila. Penelitian ini bertujuan mengetahui formulasi optimal serta mengevaluasi stabilitas fisik sediaan krim aksila yang mengandung ekstrak kunyit dan jahe. Penelitian menggunakan rancangan kuasi-eksperimental dengan tiga variasi formulasi yang memodifikasi konsentrasi emulgator, yaitu asam stearat (10%, 15%, dan 20%) serta trietanolamin (4%, 3%, dan 2%). Evaluasi fisik sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan tipe emulsi, disertai uji stabilitas menggunakan cycling test selama 12 hari. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formulasi memiliki stabilitas fisik yang baik dengan rentang pH aman untuk kulit (4,5–6,5). Viskositas meningkat seiring peningkatan konsentrasi asam stearat, sementara daya sebar dan daya lekat memenuhi standar. Tipe emulsi seluruh formulasi adalah minyak dalam air (M/A). Berdasarkan hasil evaluasi, formulasi II dengan asam stearat 15% dan trietanolamin 3% menunjukkan karakteristik fisik paling optimal dan berpotensi dikembangkan sebagai produk kosmetik herbal.