Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Kolaborasi Praktisi dan Akademisi Dalam Pembentukan dan Pendampingan Kader Kesehatan di Desa Sungai Jelai (Collaboration of Practitioners and Academics in the Formation and Mentoring of Health Cadres in Sungai Jelai Village) Budi, Setia; Audina, Mia; Mukti, Yusuf Anggoro
Indonesia Berdaya Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2025973

Abstract

Desa Sungai Jelai merupakan suatu desa yang terletak di Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut. Di balik keindahan alamnya, desa ini memiliki data kualitas kesehatan masyarakat yang rendah ditandai dengan terjadinya beberapa kematian masyarakat yang diakibatkan penyakit degeneratif dan menular. Salah satu upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakatnya adalah dengan melaksanakan program kaderisasi kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berlangsung selama kurang lebih empat bulan dengan berbagai tahapan, antara lain survei dan koordinasi, pemberian edukasi dan pelatihan penanganan penyakit degeneratif, kardiovaskular, dan infeksius, pemberian pelatihan inovasi teknologi serta pendampingan kader kesehatan dalam mengedukasi masyarakatnya. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan kader kesehatan Desa Sungai Jelai terkait penyakit degeneratif, kardiovaskular, dan infeksius dan terjadi peningkatan kemampuan kader terhadap praktik penggunaan alat-alat pemeriksaan kesehatan. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan kader terkait layanan home care dan telemedicine. Implementasi kegiatan ini diakhiri dengan pendampingan pelayanan kesehatan oleh kader kepada masyarakat dengan melaukan pengecekan kesehatan dan edukasi. Berdasarkan hasil kegiatan, diharapkan kualitas kesehatan masyarakat Desa Sungai Jelai meningkat melalui adanya program kader kesehatan yang telah diedukasi dan diberi pelatihan terkait penanganan, pencegahan, dan deteksi dini penyakit-penyakit degeneratif, kardiovaskular, dan infeksius.Abstract. Sungai Jelai Village is a village located in Tambang Ulang District, Tanah Laut Regency. Behind its natural beauty, this village has low public health quality data marked by several deaths caused by degenerative and infectious diseases. One effort to improve the quality of life and welfare of its people is to implement a health cadre program. This community service activity lasted for approximately four months with various stages, including surveys and coordination, providing education and training in handling degenerative, cardiovascular, and infectious diseases, providing technology innovation training and mentoring health cadres in educating their community. The results of the activity showed a significant increase in the knowledge of Sungai Jelai Village health cadres regarding degenerative, cardiovascular, and infectious diseases and an increase in the cadres' ability to practice using health examination tools. In addition, there was an increase in the cadres' knowledge regarding home care and telemedicine services. The implementation of this activity ended with mentoring of health services by cadres to the community by conducting health checks and education. Based on the results of the activities, it is expected that the quality of public health in Sungai Jelai Village will increase through the existence of a health cadre program that has been educated and given training related to the handling, prevention, and early detection of degenerative, cardiovascular, and infectious diseases.
A Analisis Pola Perilaku Self Care Pada Pasien Hipertensi Patuh Pengobatan Dengan Pendekatan Health Belief Model Khairunisa, Aisya Fitri; Yuwindry, Iwan; Mukti, Yusuf Anggoro; Syamsu, Erlina
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 5 No 1 (2024): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v5i1.653

Abstract

Background: The increasing prevalence of hypertension has become a major concern of global health. Key aspects of hypertension management include medication adherence and non-pharmacological interventions such as self-care and health belief model. However, public awareness regarding hypertension management remains low.Objective: Analyze the pattern of self-care behavior  in hypertensive patients with medication compliance indicators by applying  health belief model approach.Methods: Type and design of the study used was observational analysis with a cross sectional design. The sampling technique is purposive sampling. Sample in this study is 45 respondents consisting of 37 women and 8 men. Data collection was carried out by interviews using questionnaires and analysis spearman rank test  with a degree of significance (α) = 0.05.Results: Bivariate analysis obtained the perception susceptibility (p value = 0.000 ; rho = 0.796), perception severity (p value = 0.000 ; rho = 0.858), perception benefit (p value = 0.000 ; rho = 0.752), perception barriers (p value = 0.000; rho = 0.747), cues to act (p value = 0.000; rho = 0.781), self-efficacy (p value = 0.000; rho = 0.714), value and attitude (p value = 0.000; rho = 0.726), social support (p value = 0.000; rho = 0.593).Conclusions: There was a relationship between perception of susceptibility, severity, benefits, barriers, cues to act, self-efficacy, values and attitudes, social support in control behavior with indicators of compliance hypertensive patients of productive age (26-45 years) in the working area of Public Health Center Sungai Tabuk 1.
Uji Aktivitas Analgetika Ekstrak Daun Mahang (Macaranga bancana) Terhadap Mencit Putih (Mus musculus L.) Jantan Mukti, Yusuf Anggoro; Oktavia, Nadia; Andrian, Ine
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52216/jfsi.vol7no1p45-50

Abstract

According to The International Association for the Study of Pain (IASP) pain is an unpleasant sensory and emotional experience due to damage or threat of tissue damage. When there is damage to body tissue, such as surgery, it will produce damaged cells with the consequence of releasing algesic chemicals that can cause pain. Most clinical guidelines recommend NSAIDs as first-line treatment for pain. The use of NSAID drugs has several side effects including increasing the risk of impaired renal function, bleeding in the gastrointestinal tract, myocardial infarction and stroke. Various side effects caused by using NSAID drugs, then treatment using herbal medicine to treat pain is still an alternative treatment that is expected to have smaller side effects. One plant that is very useful as a medicine is the mahang plant. Based on the results of research, the methanol extract of mahang leaves contains alkaloid, flavonoid, polyphenol and terpenoid/steroid compounds. Flavonoids are secondary metabolite compounds contained in mahang leaf extract which are thought to have pharmacological effects as analgesic agents. The purpose of this study was to evaluate the presence or absence of analgesic activity of mahang leaf extract. This research method is the Tail Flick Test Method using heat as a pain inducer. The administration of mahang leaf extract (Macaranga bancana) to male white mice (Mus musculus L.) can reduce pain due to hot water stimulation as indicated by the extension of the tail flick response time. The optimum concentration of mahang leaf extract that gives analgesic effect is the concentration of mahang leaf extract 400mg/KgBB.
Edukasi Pemanfaatan Tanaman Herbal untuk Mengatasi Hipertensi dan Kolestrol di Desa Kertak Hanyar II RT 06 Putri, Juliance Yolanda; Yuwindry, Iwan; Mukti, Yusuf Anggoro; Azzahra, Fatimah; Raema, Misa; Rahmah, Mulia; Alfisyah, Nur
Indonesia Berdaya Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251107

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Kertak Hanyar II RT 06, Banjarmasin, dengan tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan tanaman herbal sebagai terapi alternatif untuk kolesterol dan hipertensi. Kegiatan ini diawali dengan survei lokasi dan pengumpulan data mengenai tanaman herbal yang biasa digunakan oleh masyarakat. Edukasi dilaksanakan pada 27 Februari 2025 dengan metode presentasi, pembagian leaflet, serta diskusi interaktif. Sebanyak 20 warga berpartisipasi dalam kegiatan ini.Hasil pengumpulan data menunjukkan bahwa daun salam dan kunyit sering digunakan untuk mengatasi kolesterol, sementara seledri dan daun sirsak digunakan untuk mengatasi hipertensi. Berdasarkan evaluasi pre-test dan post-test, terjadi peningkatan pemahaman masyarakat dari 58% menjadi 98,5%. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi ini efektif dalam meningkatkan kesadaran akan manfaat tanaman herbal dalam pengobatan tradisional. Kesimpulannya, program pengabdian ini berkontribusi positif dalam menambah wawasan masyarakat tentang pemanfaatan tanaman herbal secara aman dan efektif.
Evaluasi Penggunaan antibiotik pada Pasien ISPA Non Pneumonia Anak di Instalasi Rawat Jalan di RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin Periode Tahun 2022: Evaluation of the use of Antibiotics in Pediatric Non-Pneumonia IPA Patients in the Outpatient Installation at dr. H. Moch. Ansari Saleh Hospital, Banjarmasin Period 2022 Sagita, Ririn; Saputri, Rina; Mukti, Yusuf Anggoro
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.9745

Abstract

Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Non Pneumonia pada anak merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius. Penatalaksanaan ISPA Non Pneumonia salah satunya dengan menggunakan antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat meningkatkan resistensi bakteri terhadap antibiotik dan berpotensi memperburuk kondisi pasien ISPA Non Pneumonia anak. Evaluasi rasionalitas pengobatan ISPA Non Pneumonia sangat penting dilakukan karena angka ISPA Non Pneumonia masih tinggi, dan pengobatan yang tidak rasional dapat meningkatkan risiko komplikasi. Evaluasi ini memastikan pasien menerima terapi yang efektif dan aman.
Evaluasi Ketersediaan Obat di Puskesmas Wilayah Kota Banjarmasin Tahun 2024 Fatmalika, Tria; Yuwindry, Iwan; Mukti, Yusuf Anggoro; Atmaja, Dewi Susanti
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 8 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Agustus 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i8.4394

Abstract

A common issue that often occurs in community health centers (puskesmas) is the mismatch in drug availability, where there is either an oversupply or a shortage, and expired or damaged medicines are still found in storage. This problem stems from poor drug management systems within the facilities. This study aimed to assess the availability of medicines in public health centers across the Banjarmasin City area in 2024. A quantitative approach with a cross-sectional design was used, involving six puskesmas selected through total sampling. Data was collected over one month, from May to June 2025, and analyzed descriptively to determine the percentage match between drug requests and actual receipts. The findings showed that the average match between requested and received drugs was 98.1%. However, in terms of availability, 60.8% of the drugs were categorized as out of stock, 7.2% as insufficient, 17.3% as sufficient, and 14.7% as oversupplied. These results indicate that despite a high match rate between requested and received drugs, the overall availability of medicines in Banjarmasin Timur puskesmas is inadequate, with most categorized as out of stock.
Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat pada Pasien Asam Urat Rawat Jalan di RSUD Ulin Banjarmasin Bella Aprilia Punlin; Kurniawati, Darini; Mukti, Yusuf Anggoro; Atmaja, Dewi Susanti
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 8 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Agustus 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i8.4414

Abstract

Rational drug use plays a crucial role in managing chronic conditions, including gout. This disease occurs due to the accumulation of uric acid crystals in the joints, typically caused by elevated blood uric acid levels (hyperuricemia). In outpatient care settings, limited access to laboratory facilities often becomes a barrier to proper monitoring. This study aims to evaluate the rationality of drug use in gout patients at Ulin Regional Hospital, Banjarmasin, using a descriptive observational method with a retrospective approach. Data were collected from 78 outpatient medical records from 2023 to 2024, selected through purposive sampling. The evaluation focused on five key aspects: proper indication, correct drug selection, appropriate patient, accurate dosage, and awareness of potential side effects. The findings revealed that all patients received treatment that met rational standards, and no adverse drug reactions were reported. Most patients had a history of gout lasting 1–2 years. Although laboratory data on uric acid levels were not available, clinical monitoring based on symptoms and patient responses was carried out effectively. This suggests that clinical approaches can still ensure appropriate therapy in resource-limited settings. Overall, the medication used was deemed rational, and clinical evaluation served as a practical alternative to laboratory-based monitoring.
FORMULASI DAN UJI STERILITAS SEDIAAN KRIM EKSTRAK DAUN RAMANIA (Bouea macrophylla Griffith) Mukti, Yusuf Anggoro; Aryzki, Saftia; Ramadina, Najwa; Adawiyah, Rabiatul
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52216/jfsi.vol8no1p103-107

Abstract

This study focuses on the formulation and evaluation of a cream based on Ramania leaf extract (Bouea macrophylla Griffith), known for its anti-inflammatory, antioxidant, and antimicrobial properties. The aim of the study is to develop an effective topical cream using different concentrations of Ramania leaf extract. Two different formulations were prepared and evaluated through various tests, including organoleptic evaluation, spreadability, adhesiveness, pH, homogeneity, viscosity, and stability. An experimental method was employed to determine the optimal formulation. The results showed that formulations 1 and 2, containing 5% and 6% Ramania leaf extract, demonstrated the best characteristics, including a homogeneous semi-solid texture, appropriate pH, sufficient adhesiveness, and optimal spreadability. These findings suggest that the Ramania leaf extract cream has the potential to be used as a topical product with good stability and potential therapeutic benefits. Keywords: Ramania leaf extract, topical cream, formulation evaluation.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Penyakit Diare di Wilayah Sungai Lulut Banjarmasin: Risk Factor Analysis of Diarrhea Disease Incidance in Sungai Lulut Banjarmasin Area Jannah, Miftahul; Melviani, Melviani; Mukti, Yusuf Anggoro
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.10528

Abstract

Diare merupakan keadaan buang air besar dalam keadaan abnormal dan lebih cair dari biasanya dan dalam jumlah tiga kali atau lebih dalam periode 24 jam. Prevalensi diare di wilayah sungai lulut pada tahun 2022 sebanyak 93 kasus dan pada januari hingga oktober 2023 ada 92 kasus diare. Adapun beberapa faktor risiko kejadian diare adalah faktor sosiodemografi, faktor perilaku, dan faktor lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membantu masyarakat Wilayah Sungai Lulut dalam mengetahui faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit diare. Penelitian ini dilakukan menggunakan desain observasional analitik dengan rancangan Cross Sectional dan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengambilan data menggunakan kuesioner. Adapun hasil penelitian yang didapatkan dari 75 responden di Wilayah Sungai Lulut Banjarmasin memiliki hubungan antara faktor risiko terhadap kejadian penyakit diare yaitu pendidikan dengan nilai p-value 0.034, kebiasaan cuci tangan dengan nilai p-value 0.022, dan kebiasaan jajan dengan nilai p-value 0.047. Sedangkan faktor risiko yang tidak memiliki hubungan yaitu jenis kelamin dengan nilai p-value 0.296, usia dengan nilai p-value 0.526, pekerjaan dengan nilai p-value 0.125, pembuangan tinja dengan nilai p-value 0,200, penyediaan air bersih dengan nilai p-value 0.085, dan pembuangan sampah dengan nilai p-value 0.269. Berdasarkan hasil penelitian faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian penyakit diare adalah pendidikan, kebiasaan cuci tangan, dan kebiasaan jajan. Sedangkan yang tidak berpengaruh adalah jenis kelamin, usia, pekerjaan, pembuangan tinja, penyediaan air bersih, pembuangan sampah dalam kejadian penyakit diare di wilayah Sungai Lulut Banjarmasin.
Studi Bioekivalensi Antara Obat Paracetamol Generik Dan Merek Dagang Yang Mengandung Paracetamol Secara In Vitro Adhea Martin, Muhammad; Saputri, Rina; Aryzki, Saftia; Mukti, Yusuf Anggoro
Sains Medisina Vol 2 No 4 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v2i4.255

Abstract

Uji bioekivalensi adalah uji bioavailabilitas komparatif yang dirancang untuk menunjukkan bioekivalensi antar produk uji dengan produk obat pembanding. Uji tersebut diperlukan karena metode fabrikasi dan formulasi dapat mempengaruhi bioavailabilitas produk-produk tersebut. Oleh karena itu, Obat generik dan obat bermerek yang diregistrasikan ke BPOM harus menunjukkan kesetaraan biologi (BE) dengan obat pembanding inovator. Salah satu obat generik yang juga tersedia dalam berbagai merek dagang adalah Paracetamol. Parasetamol ini merupakan salah satu obat yang sering digunakan pada migrain. Parasetamol digunakan secara luas sebagai antipiretik dan analgesik. Desain penelitian ini termasuk penelitian observasional analitik dengan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukan terdapat perebedaan kadar obat generik dengan obat merek dagang A itu kadarnya sedikit lebih tinggi dibandingkan obat generik dan obat merek B, dan nilai parameter pamakokinetikn nilai T ½ eliminasi obat merek dagang A dan B sesuai dengan teori. Perbedaan hasil disebabkan karena zat tambahan.Meskipun demikian, ketiga obat dapat digunakan sebagai terapi dikarenakan hasil tersebut masuk ke dalam rentang bioavabilitas paracetamol. Hal ini sejalan dengan penelitian yang menunjukkan paracetamol paten memiliki  nilai  bioavailabilitas  yang  lebih  tinggi daripada    paracetamol    generik,    tetapi sediaan    generik    maupun    paten    tetap dapat digunakan sebagai terapi.