Bullying di lingkungan sekolah masih menjadi permasalahan serius yang berdampak pada psikologis, sosial, dan prestasi akademik siswa. Fakta di SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan menunjukkan rendahnya kesadaran siswa terhadap dampak negatif bullying dan terbatasnya strategi pembelajaran yang efektif dalam pencegahannya. Makalah ini bertujuan untuk mengimplementasikan edukasi interaktif sebagai strategi untuk meningkatkan kesadaran siswa serta mencegah praktik bullying. Metode yang digunakan adalah pengabdian masyarakat berbasis deskriptif kualitatif dengan pendekatan learning by doing. Kegiatan dilaksanakan melalui sesi diskusi kelompok, permainan peran (role play), dan simulasi kasus, melibatkan 60 siswa dari kelas X hingga XII serta guru BK sebagai mitra. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, pre-test dan post-test, serta dokumentasi lapangan, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menilai perubahan pengetahuan, sikap, dan kesadaran siswa. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman siswa terhadap jenis bullying, dampak psikologis dan sosial, serta sikap menolak dan melaporkan tindakan bullying. Hasil pre-test menunjukkan rata-rata pemahaman siswa sekitar 35–40%, sedangkan post-test meningkat menjadi 75–85%. Observasi juga memperlihatkan perubahan sikap siswa yang lebih empatik dan berkomitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman.Kesimpulannya, edukasi interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan sikap preventif siswa terhadap bullying. Program ini memberikan alternatif strategi pencegahan bullying yang partisipatif, aplikatif, dan dapat diterapkan secara berkelanjutan di sekolah
Copyrights © 2026