Industri rokok merupakan salah satu sektor penting dalam perindustrian Indonesia dalam hal penerimaan negara melalui cukai dan penyerapan tenaga kerja dalam jumlah yang besar. Namun, proses produksi yang masih banyak dilakukan secara manual menjadikan pekerja rentan terhadap gangguan muskuloskeletal akibat postur kerja yang tidak ergonomis, gerakan repetitif, serta beban fisik yang berlebihan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi ergonomi dan mengidentifikasi risiko kerja di pabrik rokok PT. Agung Karya Atta. Kegiatan ini dilaksanakan di pabrik rokok PT. Agung Karya Atta menggunakan metode observasional deskriptif. Subjek dalam kegiatan ini terdiri dari 169 orang pekerja dari berbagai divisi. Analisis postur menggunakan Rapid Entire Body Assessment (REBA), analisis beban fisik menggunakan data durasi kerja, gerakan repetitif dan berat beban angkut, dan edukasi menggunakan media leaflet dan poster. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pekerja di pabrik rokok PT. Agung Karya Atta berada dalam posisi kerja dengan risiko sedang, sehingga perlu dilakukan tindakan untuk perbaikan postur kerja. Faktor-faktor yang mempengaruhi beban fisik pekerja adalah durasi kerja 10-11 jam, gerakan berulang sebanyak >30 kali/menit, dan berat beban angkut 5-10 kg. Selain itu, tekanan target produksi juga berkontribusi terhadap peningkatan beban fisik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa postur kerja dan beban fisik berkontribusi terhadap risiko muskuloskeletal pada pekerja industri rokok PT. Agung Karya Atta. Edukasi ergonomi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman pekerja, tetapi perlu didukung dengan perubahan lingkungan kerja yang lebih ergonomis agar hasil yang dicapai dapat lebih optimal.
Copyrights © 2026